Tong Yijia

Pada 4 Oktober lalu, pidato Wakil Presiden AS Mike Pence di Institut Hudson di Washington DC yang selain membahas hubungan terkini RRT-AS yang secara komprehensif menguraikan kebijakan pemerintahan Trump, juga menyingkap gangguan dari pihak PKT dan penetrasi jangka panjang mereka yang bersifat merongrong terhadap Amerika Serikat. Diantaranya secara khusus mengungkapkan bahwa Beijing menuntut Hollywood untuk mengubah konten film blockbuster “World War Z”.

Mike Pence dalam pidatonya mengekspos Beijing sedang “menggunakan propaganda dengan sarana politik, ekonomi dan militer di Amerika Serikat untuk mendorong pengaruh dan kepentingan mereka”, dan menuduh PKT (Partai Komunis Tiongkok) “memengaruhi bahkan mengintervensi kebijakan dan politik dalam negeri AS.”

Dalam pidato dengan durasi 40 menit itu, Pence secara khusus mengungkapkan: “Beijing acap kali menuntut Hollywood secara ketat menggambarkan citra RRT yag positif. Studio dan produser yang belum melakukannya akan dijatuhi sanksi, petugas sensor Beijing akan dengan sigap mengedit/menggunting atau melarang film yang walaupun hanya sedikit dan sebagian kecil saja yang mengkritik Tiongkok.”

Misalnya, Pence mengatakan bahwa PKT menuntut “film ‘World War Z’ harus menghapus sejenis virus yang disebutkan dalam skrip”, alasannya adalah “virus semacam itu dikatakan berasal dari Tiongkok.”

Dia juga diinfokan bahwa “Film ‘Red Dawn’ telah dimodifikasi dengan menggunakan teknologi digital untuk mengubah karakter pemain antagonis menjadi orang Korea, bukan dari Tiongkok.”

Film the “World War Z” yang dibintangi oleh superstar Hollywood Brad Pitt pada tahun 2013, menyajikan adegan depresi pasca apokaliptik/kiamat.

Di film tersebut zombi menumpuk, seolah badai gurun yang berhamburan turun dari langit, kecepatan lari yang luar biasa membuat “kelompok mayat” itu terlihat seperti kabut hantu yang menelan segalanya, dan efek visualnya cukup mencengangkan.

Menurut laporan sebelumnya, film ini pada awalnya konsisten dengan skrip, dan sumber virus dari zombie ditetapkan berasal dari RRT, namun karena campur tangan Biro Pusat Radio dan TV RRT, maka film itu mau tidak mau harus mengubah konten film dan diasumsikan bahwa sumber virus itu berasal dari Korea.

Meski demikian, film itu setelah diputar di daratan Tiongkok, tak lama kemudian dihentikan, karena dalam film itu disebutkan memiliki plot “sensitif” lainnya yakni, “zombie yang mengamuk hendak menggulingkan pemerintah.”

Karena film ini telah meraup US$ 540 juta box office global di tahun tersebut, membuat perusahaan produksi Film Paramount meningkat percaya dirinya, maka itu lantas memutuskan untuk membuat seri lanjutan film “World War Z Sequel.”

Sekuel ini menceritakan kisah pemeran utama yang diperankan oleh aktor Brad Pitt, bagaimana menemukan asal muasal virus zombie setelah virus itu tersebar, dan banyak kesulitan yang harus ia alami demi menemukan cara untuk penyelamatan. Dilaporkan bahwa proses persiapan untuk sekuel juga tidak lancar, dan bahkan line up para penulis skenario telah diubah sampai beberapa kali. (HUI/WHS/asr)

Share

Video Popular