Xu Ru

Apakah manusia bisa reinkarnasi? Setelah manusia meninggal apakah ada surga dan neraka? Para penganut Buddha (dan Hindu) percaya bahwa manusia setelah meninggal tidak seperti lampu yang padam begitu saja.  Manusia setelah meninggal kebanyakan harus pergi ke neraka menerima penghakiman dari raja neraka, yang lantas divonis naik ke surga atau masuk neraka, atau langsung memasuki enam jalur reinkarnasi.

BACA JUGA : Kisah Reinkarnasi dari Peristiwa “911” dan Perang Dunia -II (1)

Reinkarnasi pilot Nazi dalam Perang Dunia II

Dr. Ian Steveson dari University Virginia Amerika Serikat, menulis dalam buku “Kasus Reinkarnasi Eropa”, mencatat kisah reinkarnasi kehidupan masa lalu seorang pilot Nazi.

Carl Edon yang lahir pada Desember 1972 di Middlesborough Inggris, ketika berusia dua tahun sering mengatakan: “Sewaktu pesawat saya jatuh ia menabrak jendela.”

Ketika tumbuh semakin dewasa, ia mulai melengkapi kisah rinciannya, mengatakan bahwa kala itu dia melakukan tugas pemboman terhadap Inggris, dia kehilangan kaki kanannya setelah kejatuhan itu.

Ketika ia mulai mampu menggambar, ia mencorat-coret simbol Nazi (卍) dan lambang elang dari Negara Nazi, juga Instrumen kontrol kokpit pesawat. Dia juga bisa melakukan hormat secara dinas militer Nazi dan bisa melakukan langkah angsa ala tentara Jerman.

Dari uraiannya, tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa kehidupan Carl sebelumnya kemungkinan besar adalah seorang pilot Jerman dalam Perang Dunia II.

Carl juga memberi tahu orang tuanya bahwa pada kehidupan sebelumnya ia bernama Robert (berdasarkan investigasi ayah Carl, di dekat kotanya terdapat makam pilot muda Jerman yang tewas dalam PD-II dan bernama Heinrich Richter yang setelah digali didapati kaki kanannya dalam kondisi putus. Red.), nama ayahnya adalah Fritz, dan dia memiliki saudara laki-laki bernama Peter.

Ketika ia meninggal, baru berumur 23 tahun, pada saat itu, dia sudah memiliki seorang tunangan berambut pirang, seorang tunangan berusia 19 tahun yang sangat ramping.

Mungkin merupakan ingatan kehidupan masa lalu yang tidak sama dengan keluarganya, Carl tidak suka minum kopi atau teh, tapi sangat menyukai makan sosis dan sup (Catatan: makanan umum orang Jerman), dan Jerman merupakan favorit tertentu. Dia berharap bisa pergi ke Jerman dan menetap di sana.

Suatu ketika, disekolahnya menampilkan drama, dan Carl bersikeras berperan sebagai seorang Jerman.

Selain itu, ketika ia melihat sebuah program di televisi tentang Jerman, dia juga sering berkomentar tentang penampilan aktor dan lain sebagainya, dan menunjukkan dia akrab dengan tempat tersebut.

Pada satu kesempatan, ketika Carl melihat film dokumenter tentang pembantaian orang Yahudi: “Holocaust”, dalam adegan tampak kamp konsentrasi (orang tuanya merasa seperti kamp Auschwitz, tapi tidak yakin), ia segera mengatakan bahwa pangkalan Angkatan Udara berada di dekat kamp konsentrasi.

Pada usia 16 tahun, Carl meninggalkan sekolah dan bekerja di British Railways. Setelah itu, dia hidup bersama seorang perempuan dan memiliki seorang anak. Pada Agustus 1995, dia tewas dibunuh rekan kerjanya dalam suatu insiden. (HUI/WHS/asr)

Bersambung

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds