Belgia – Seorang pekerja perawatan atau teknisi secara tidak sengaja menembakkan meriam pesawat tempur di Belgia. Meriam Vulcan 20mm ditembakkan dari pesawat jet tempur F-16 yang sedang diperbaiki di Pangkalan Angkatan Udara Florennes, Angkatan Udara Belgia (BAF).

Tembakan meriam itu akhirnya menghancurkan sebuah jet F-16 lainnya. Ledakan peluru meriam juga merusak sejumlah pesawat lain di dekatnya.

Insiden itu terjadi pada 11 Oktober 2018 lalu. Serangan tidak sengaja terhadap F-16 itu juga menimbulkan kebakaran, karena pesawat sedang diisi dengan bahan bakar, seperti dilaporkan oleh ‘Task and Purpose’.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Hanya salah satu teknisi yang mengalami gangguan pendengaran.

“Anda tidak akan habis pikir dengan insiden dan bencana ini,” Kolonel Didier Polome, komandan pangkalan, mengatakan.

Kedua mekanik yang terlibat dalam insiden itu terluka, seperti dilansir dilaporkan oleh The Telegraph.

“Direktorat Keselamatan Penerbangan Belgia sudah memulai penyelidikan. Angkatan Udara Belgia memiliki sekitar 54 F-16 yang tersisa saat ini,” tulis Scramble, sebuah media publikasi Belanda, tentang insiden tersebut.

Di Twitter, Angkatan Udara Belgia membenarkan bahwa kebakaran terjadi di pangkalan mereka. BAF mengatakan pesawat kedua mengalami kerusakan cukup parah. Namun, mereka tidak menyinggung tentang, bahwa pekerja pemeliharaan menembakkan meriam ke arah pesawat lain.

“Kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan itu akan mencapai puluhan juta Euro dan operasi penerbangan dari pangkalan udara dihentikan sementara untuk memungkinkan dalam melakukan penyelidikan, dan untuk mengamankan seluruh area dekat titik ledakan, serta menghindari kebocoran zat beracun,” tulis situs web AVIO. (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

 

Share

Video Popular