Yang Yue

Pada saat itu Eisenhower meminta bantuan darurat kepada Jenderal Patton dari Legiun III Angkatan Darat AS agar bergegas ke Bastogne melakukan penyelamatan.

Tetapi medan perang di daerah Bastogne bertepatan dengan musim dingin yang paling dingin selama beberapa dekade terakhir di Eropa diselimuti kabut dan salju. Maka kekuatan udara Sekutu tidak dapat memberikan dukungan gempuran udara apapun. Di sini, Patton dengan kekuatan 3 divisi harus menghadapi tujuh divisi Nazi Jerman.

Pada saat Jenderal Patton berdoa memohon bantuan Tuhan dan menulis “Kata-kata Doa Patton” yang terkenal itu, Eisenhower yang sedang berada di Komando Tinggi secara kebetulan dan tanpa janjian sebelumnya, juga berdoa kepada Tuhan:

“Saya memohon, semua orang dari negara-negara Sekutu mulai sekarang bergelora keberanian dan tekad serta upayanya yang dalam kondisi maksimal. Setiap orang dari kita memiliki hati kepercayaan yang sama, di daratan dan di udara mampu menghancurkan musuh di setiap tempat. Dengan ini bersama-sama menyatu lagi, dengan iman yang tak tergoyahkan ini sebagai dasar untuk pertempuran kita, mengandalkan bantuan Tuhan, kita akan berbaris menuju kemenangan terbesar kita.”

Alhasil, enam hari berikutnya hari pun cerah, dan legiun III Patton mampu menembus ke utara dengan lancar dan menyelamatkan Divisi Airborne ke-101 yang terperangkap di wilayah Bastogne。

Perang Eropa akhirnya selesai pada Mei 1945. Eisenhower memberikan kontribusi besar, tapi dia tidak memamerkan kemenangan megahnya dengan kata-kata indah. Eisenhower  hanya mengirim telegram berikut mengatakan kepada dunia: “Misi Pasukan Sekutu telah diselesaikan pada 7 Mei 1945 waktu setempat 02:41.”

Melajutkan misi kawan seperjuangan

Eisenhower kembali ke Amerika Serikat setelah kemenangan Perang Eropa, dia meminta pemerintah untuk mengurangi tugas resminya seminimal mungkin dan berharap punya waktu untuk memancing.

Dalam pidatonya, dia berulang kali menekankan: “Posisi saya hanyalah sebagai sebuah simbol. Saya bukan pahlawan.”

Namun, kala itu tanggung jawab historisnya telah tiba dengan diam-diam, dan Kelompok Komunis Soviet-Rusia sedang mempersiapkan diri me-merahkan dunia dan mulai menduduki sebagian wilayah Eropa Barat.

Uni Soviet setelah Perang Dunia II pernah menjamu Eisenhower ketika dia berkunjung ke Moskow, di mana secara pribadi diterima oleh pemimpin Tentara Merah Marsekal Zhukov, pada saat itu mereka berusaha mengambil hatinya dan menjalin persahabatan.

Akhirnya ketika Eisenhower hendak pulang Zhukov mengajukan sebuah permintaan kepadanya: Salah satu media majalah di Amerika Serikat mengekspose photo pemimpin Soviet Josef Stalin dengan citra buruk dan berharap Eisenhower berdasarkan saling bersahabat satu sama lain menghentikan penerbitan serta memusnahkan foto di majalah itu.

Namun Eisenhower menjelaskan kepadanya mengenai sistem masyarakat bebas Amerika dengan keyakinan individunya, dan menolak dengan halus permintaan tersebut.

Dikemudian hari juga disebutkan dalam buku harian Eisenhower:

Tradisi dan keyakinan kuat yang saya yakini membuat saya berpendapat bahwa saya adalah musuh bebuyutan komunisme. Paham Komunis tampaknya setara dengan totalitarianisme, dan justru itulah yang saya benci.

Pada Desember 1945, Jendral Patton teman akrab Eisenhower disayangkan telah meninggal dunia lantaran kecelakaan. Sementara itu tindakan Tentara Merah Soviet semakin nekat saja, Eisenhower mengambil alih jabatan komandan tertinggi pasukan NATO dan dalam masa jabatannya ia telah mengembangkan kemampuan kepemimpinannya yang luar biasa, membentuk para pemimpin militer dengan posisi serta latar belakang berbeda dari selusin lebih negara membentuk aliansi yang kuat dalam berkonfrontasi menghadapi lawan bersama yakni: Kelompok Komunis Soviet-Rusia. (HUI/WHS/asr)

Bersambung

BACA JUGA : Kehidupan dan Misi Luar Biasa Presiden AS Eisenhower (1)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds