Ratusan ribu mata-mata asing telah menyusup masuk ke Amerika Serikat pada tingkat “ekstrem”, sebuah lembaga riset intelijen dan keamanan siber (cybersecurity) telah memperingatkan.

Blackops Partners, yang meningkatkan kecerdasan dan perlindungan cyber, pengorganisasian, dan praktik-praktik hukum di seluruh dunia, memperkirakan setidaknya ada 400.000 mata-mata Tiongkok yang beroperasi di Amerika Serikat, yang sebagian besar memegang posisi berpengaruh di sektor pendidikan.

“Ada sedikitnya 50.000 mata-mata Partai Komunis Tiongkok [PKT] di perusahaan-perusahaan AS, lembaga-lembaga pemerintah, dan militer AS. Ini adalah penyusupan ekstrim,” kata CEO Blackops, Casey Fleming.

“Itu terpisah dengan dunia akademis, di mana ada 350.000 mata-mata [yang menghadiri universitas AS di bawah visa pendidikan AS] yang pendidikannya dibayar oleh PKT, jadi mereka berutang budi kepada PKT selama sisa hidup mereka,” tambahnya.

upaya cina tiongkok menyusup negara lain
Senyum, Anda sedang dipantau oleh Partai Komunis Tiongkok. (Nicolas Asfouri / Getty Images)

400 KALI LEBIH BANYAK MATA-MATA DARI PERKIRAAN AWAL

Penyingkapan tersebut terjadi lebih dari satu dekade setelah Chen Yonglin, mantan sekretaris pertama di Konsulat Tiongkok di Sydney Australia, mengatakan bahwa pada tahun 2005 setidaknya ada 1.000 mata-mata Tiongkok di Amerika Serikat yang memantau warga Tibet, Uighur, praktisi Falun Dafa, dan para pembangkang lainnya.

Angka terbaru tersebut menunjukkan jumlah mata-mata Tiongkok sebenarnya 400 kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Menurut Fleming, banyak mata-mata Tiongkok direkrut melalui organisasi “Front Persatuan” yang didanai PKT yang menargetkan anggota-anggota dari komunitas ekspatriat (perantau) Tionghoa untuk membantu memperluas pengaruh global PKT.

Selain Front Persatuan, Overseas Chinese Affairs Offices yang berbasis di Amerika Serikat dan di seluruh dunia menggunakan alasan “identitas budaya” Tiongkok untuk menyusup dan mempengaruhi sektor swasta, pemerintah, militer, pendidikan, dan lembaga-lembaga riset (think tank), katanya.

peyunsupan cina tiongkok di negara lain
CEO Blackops Partners, Casey Fleming, memperingatkan ada infiltrasi Tiongkok yang “ekstrim” di Amerika Serikat. ((courtesy of Blackops Partners)

“PKT menganggap semua warga Tionghoa, serta generasi pertama, kedua, dan ketiga Amerika, menjadi aset dalam mendukung strategi besar tersebut. Identitas budaya adalah metode termudah untuk mendapatkan kendali atas suatu aset,” kata Fleming.

SIMPATI DIJUAL DEMI BONUS DAN CEK DI BAWAH TANGAN

Fleming mengatakan selain merekrut mata-mata, organisasi Front Persatuan menggunakan peluang-peluang bisnis, bonus-bonus, dan cek-cek di bawah tangan (secara pribadi) untuk mendorong kelompok-kelompok atau individu-individu yang berpengaruh untuk lebih bersimpati kepada PKT.

“Kita telah melihat contoh-contoh yang telah melaporkan di mana PKT telah membayar untuk pelayanan-pelayanan [dan] penggaturan transaksi-transaksi bisnis yang menggiurkan,” katanya.

“Tujuan utama Front Persatuan adalah memperluas pengaruh mereka di seluruh dunia [dan] mempromosikan narasi palsu tentang PKT.”

PENDIDIKAN DIGUNAKAN UNTUK MENYUSUP DAN MEMATA-MATAI

Fleming juga mengatakan “infiltrasi dan spionase” adalah tujuan utama dari sekitar 105 Institut Konfusius yang didanai PKT, dan lebih dari 500 Ruang Kelas Konfusius tersebar di seluruh sekolah menengah AS.

Sekolah-sekolah gadungan yang dibuat-buat ini beroperasi langsung di bawah Departemen Pendidikan Tiongkok.

Mereka menyajikan kurikulum pendidikan gratis untuk sistem pendidikan AS, seperti kelas-kelas bahasa dan budaya Tiongkok. Namun, Blackops setuju dengan laporan terbaru dari Komisi Kajian Ekonomi dan Keamanan AS-Tiongkok bahwa kelas-kelas ini sebenarnya hanya kedok PKT yang lain untuk menyusup dan memata-matai.

“Kita sedang berbicara tentang anak-anak Amerika dari kelas enam hingga delapan yang dipengaruhi pada usia sangat kritis,” katanya, menyamakannya dengan cuci otak.

“Tujuannya [Institut Konfusius] adalah untuk mendapatkan pengaruh yang kuat, dan menyusup, mematai-matai, dan pada akhirnya mengendalikan … itu terjadi di AS, Kanada, Inggris, dan Australia.”

RUU KONGRES MENARGETKAN PENGARUH POLITIK PKT

Untuk membantu mengatasi kekhawatiran yang berkembang tentang campur tangan politik asing di tanah AS, anggota Kongres Republikan Distrik ke-4 New Jersey, Chris Smith, bergabung dengan beberapa anggota Kongres pada bulan Juni 2018 untuk ikut mensponsori sebuah RUU yang disebut Undang-undang Melawan Pemerintahan Tiongkok dan Operasi Pengaruh Politik Partai Komunis (Countering the Chinese Government and Communist Party’s Political Influence Operations Act).

Jika disahkan, undang-undang tersebut akan mewajibkan badan-badan intelijen AS untuk melaporkan secara detail tentang semua pengaruh politik PKT, penyensoran, propaganda, dan disinformasi yang menargetkan Amerika Serikat.

Institut-institut Konfusius yang berbasis di universitas dan perguruan tinggi Amerika juga harus mendaftar sebagai agen asing.

institut konfusius alat cina tiongkok menyusup dan mematai-matai negara lain
Wakil Presiden AS, Chris Smith (R-N.J.), berjuang melawan pelanggaran hak asasi manusia di Daratan Tiongkok. (Sumber Rep. Chris Smith)

“Harapan saya adalah bahwa akan ada beberapa desakan untuk mendapatkan RUU ini,” Smith mengatakan kepada NTD, penyiar televisi The Epoch Times.

Dia menambahkan: “Ini menegaskan seberapa dalam, dan percepatan penurunan yang terus meningkat terhadap hak asasi manusia di bawah [diktator PKT] Xi Jinping. Itu gawat, dan semakin parah dari hari ke hari. Sudah saatnya bagi dunia untuk memobilisasi melawan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia ini.”

TIONGKOK MENARGETKAN CELAH PENDANAAN PENDIDIKAN

Ketika The Epoch Times bertanya kepada Departemen Pendidikan Kota New York apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran tentang pengaruh asing melalui 10 Institut Konfusius, dan setidaknya puluhan Ruang Kelas Konfusius di negara bagian New York, seorang juru bicara mengatakan “departemen tidak berkomentar tentang undang-undang yang sedang menunggu keputusan.”

Namun, sumber anonim yang mengamati dengan seksama sistem pendidikan AS mengatakan departemen tersebut “menelantarkan” pendanaan pemerintah yang sangat penting untuk sekolah-sekolah umum, memaksa sekolah-sekolah untuk memperbaiki kekurangan dengan cara lain. (ran)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds