Erabaru.net. Ini adalah momen yang mengharukan bagi seorang remaja buta warna, tidak hanya melihat warna untuk pertama kalinya, tetapi juga menyaksikan warna Matahari terbenam untuk pertama kalinya.

Dalam kehidupan, kita cenderung menganggap remeh, seperti memiliki atap di atas kepala kita, makanan untuk dimakan dan selalu sehat. Seperti klise kedengarannya, itu benar. Kita menghabiskan begitu banyak fokus pada kemunduran kecil dalam hidup, kita tidak meluangkan waktu untuk menghargai hal-hal yang kita miliki.

Untuk seorang wanita muda yang akhirnya mendapat kesempatan untuk melihat warna, itu benar-benar membuat Anda menilai kembali bagaimana Anda melihat kesengsaraan pribadi Anda sendiri.

Gadis dalam video – yang tidak disebutkan namanya – diberi hadiah ulang tahun oleh pacarnya, Colton Donnell, untuk ulang tahunnya yang ke-17. Ketika dia membuka hadiah itu, ini terlihat seperti kacamata hitam yang mewah, tetapi ternyata ada lebih banyak fungsi lagi dari kacamata itu.

Colton menjelaskan:

Saya tahu bahwa dia buta warna sejak saya bertemu dengannya, di tahun kedua sekolah menengah kita. Ketika saya tahu dia akan berusia 17 tahun dalam beberapa bulan, saya mulai menabung sehingga saya bisa membelikannya kacamata.

Ketika dia memakai kacamata, dia terkejut ketika menyadari bahwa itu benar-benar membantunya untuk melihat warna. Saat dia menyadari apa yang terjadi, dia berteriak ‘ya Tuhan’ dan memeluk kekasihnya.

Dipenuhi oleh air mata sukacita, dia mengatakan pada Colton bahwa dia ‘bisa melihat Matahari terbenam’ dan dia ‘sangat’ mencintainya.

Colton terus menjelaskan:

Saya memesannya, dan segera setelah saya memilikinya, saya membawanya ke suatu tempat yang saya tahu bisa melihat Matahari terbenam dan menunggu waktu yang tepat. Kemudian, saya memberinya kacamata itu dan menunggunya untuk mencari tahu kacamata macam apa itu.

Hidup dengan buta warna terasa seperti Anda kehilangan aspek kehidupan tertentu yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Tahun lalu di bulan November, UNILAD berbicara kepada seniman dan aktivis Neil Harbisson. Harbisson terlahir buta warna, tetapi berkat kemajuan teknologi dia akhirnya bisa mengenali warna, meskipun dengan cara yang paling tidak lazim. Dia dapat mengidentifikasi warna melalui suara dan getaran berkat perangkat sensorik yang menempel di bagian belakang kepalanya.

Dia menyebut dirinya manusia cyborg pertama di dunia.

Sejak lahir, fia lahir dengan bentuk yang langka dari buta warna, dia menjelaskan:

[Konsep warna] sulit dimengerti – selalu menjadi misteri bagi saya.

Saya tidak pernah tertarik untuk mengubah penglihatan saya, karena saya selalu memiliki penglihatan yang sempurna, tetapi saya tertarik pada warna.

Namun, Harbisson tidak merasa kehilangan banyak.

Dia mengklaim bahwa dia masih memiliki penglihatan yang sempurna, dapat melihat dari jarak jauh, dan ‘menghafal bentuk’. Jadi ketertarikannya pada warna murni berdasarkan persepsi.

Harbisson menjelaskan bahwa tidak bisa melihat warna bukan masalah baginya, jika tidak digunakan dalam elemen sosial, dia tidak akan merasa seperti kehilangan sesuatu. (rpg)

Sumber: UN

Video Rekomendasi

Share

Video Popular