Erabaru.net. Berdasarkan pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) identitas, sidik jari, dan DNA keluarga, identifikasi satu korban jenazah perempuan penumpang pesawat Lion Air JT 610 berhasil disimpulkan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Satu jenazah telah teridentifikasi atas nama Jannatun Cintya Dewi, perempuan berusia 24 tahun beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur, teridentifikasi lewat sidik jarik dan properti,” kata Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Hudi Suryanto, Rabu (31/10/2018).

Pada kesempatan itu, Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi mengatakan pihaknya menggelar identifikasi terhadap jenazah penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan pengecekan secara primer dan sekunder.

Menurut Arthur, pihaknya menerima 42 kantong jenazah yang berisi body part, dan salah satu dari kantong jenazah berhasil identifikasi. Dia menambahkan, metode identifikasi  yang dilakukan seperti primer yakni identifikasi sidik jari dan DNA serta identifikasi sekunder yakni identifikasi properti.

Sementara itu, pihak Lion Air menyatakan jenazah almarhumah Jannatun Shintya Dewi sudah diterbangkan pukul 05.15 WIB menuju Surabaya, pesawat telah mendarat pukul 06.10 WIB di Bandar Udara Internasional Juanda, Jawa Timur.

Manajemen Lion Air secara langsung telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Pihak Lion Air menyatakan  mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan Jannatun Shintya Dewi.

Dalam hal ini, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5 juta, uang kedukaan Rp 25 juta serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011.

Jannatun Cintya Dewi adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan manifest penerbangan, turut serta tiga orang pegawai Kementerian ESDM yang bekerja di unit Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Ketiga daftar pegawai ESDM yang menjadi penumpang Lion Air JT-610 adalah:

a. Inayah Fatwa Kurnia Dewi, Kepala Seksi Niaga Gas Bumi Direktorat Hilir (Gol. III/d)
b. Dewi Herlina, Analis Kebijakan Pertama (Gol. III/b)
c. Jannatun Cintya Dewi, Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas yang masih berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Melalui keterangan Kementerian ESDM, Pegawai ESDM tersebut berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang dalam rangka menjalankan tugas negara pengawasan implementasi kebijakan B20 atau pencampuran Biodiesel sebesar 20% dengan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kementerian ESDM menyatakan langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk pengurusan hak pensiun, kenaikan pangkat anumerta, penetapan PNS untuk Jannatun Cintya Dewi, pengurusan Jasa Raharja dan Taspen. (asr)

Share

Video Popular