Erabaru.net. Di usia dini, Zeng Guofan sama saja seperti anak lain pada umumnya. Dia tidak terlahir sebagai seorang jenius, dan dia juga sedikit naif.

Suatu malam, Zeng Guofan sedang berusaha menghapal sebuah artikel dengan cara membacanya berulang-ulang. Sementara itu, ada seorang pencuri yang sedang bersembunyi di luar rumah, pencuri itu berencana untuk mencuri segera setelah pemilik rumah berhenti belajar dan pergi tidur.

Pencuri itu akhirnya merasa kesal, karena setelah berjam-jam, lampu di dalam rumah terus saja menyala dan suara orang yang sedang membaca tidak juga berhenti. Zeng sangat kesulitan menghapal artikel yang sedang dia pelajari, tidak peduli berapa kali dia mengulang untuk membacanya.

Setelah sekian jam berlalu, akhirnya pencuri itu tidak tahan lagi, dia mulai lelah dan kakinya mulai sakit. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pencuri itu marah dan masuk ke dalam rumah. Dia menghina Zeng: “Bagaimana bisa kamu ini bodoh sekali? Saya langsung bisa menghapal seluruh artikel itu setelah tiga kali kamu membacanya. Bagaimana bisa kamu memerlukan waktu begitu lama untuk bisa menghapalnya?”

Pencuri itupun kemudian melafalkan artikel tersebut dengan lancar dan kemudian berjalan pergi.

Namun, kejadian tersebut tidak menghentikan Zeng Guofan dalam upayanya untuk meraih apa yang dia inginkan. Dia memutuskan untuk belajar lebih giat lagi.

Berkat kegigihannya, Zeng Guofan akhirnya berubah dari seorang rakyat jelata, menjadi seorang figur sejarah yang dihormati. (Wikipedia)

Beberapa tahun kemudian setelah Zeng menjadi seorang tentara, dia bertemu lagi dengan pencuri tersebut. Ketika pencuri itu tertangkap, Zeng tidak bisa menahan diri untuk tidak mengolok-oloknya: “Waktu itu saya sangat iri dengan kepandaianmu, namun ternyata kini kamu masih hanyalah seorang pencuri.”

Yung Wing adalah salah satu asisten Zeng Guofan yang paling dipercaya. Suatu kali, dia menceritakan kesulitan yang sedang dia alami kepada Zeng Guofan. Kemudian Zeng berkata padanya: “Kini usia saya sudah lebih dari 50 tahun. Saya sudah mengalami banyak hal baik maupun buruk. Saya melihat bahwa beberapa pencapaian akan datang ketika kita berada di bawah tekanan. Hal-hal buruk dan tekanan bisa dipandang sebagai sebuah sumber inspirasi.”

Kata-kata Zeng guofan meninggalkan kesan yang mendalam bagi Yung Wing. Dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha dengan keras untuk melakukan yang terbaik, dan kemudian berkembang sedikit demi sedikit. Kemudian di masa depan Yung Wing adalah siswa Tionghoa pertama yang lulus dari Universitas Yale.

Yung Wing adalah siswa Tionghoa pertama yang lulus dari Universitas Yale. (wikipedia/CC BY-SA 3.0)

Di usia 31 tahun, Zeng Guofan membuat delapan aturan disiplin bagi dirinya sendiri dengan memurnikan pikiran, membentuk kepribadian, meningkatkan semangat, dan memperkuat tubuh fisik.

Selama hidupnya, Zeng guofan sangat ketat mematut diri untuk mengikuti semua aturan yang telah dia buat untuk dirinya sendiri.

Berkat kegigihannya, Zeng Guofan kemudian berubah dari seorang rakyat jelata menjadi salah satu tokoh sejarah terkenal, dan juga seorang jenderal militer serta sarjana Konfusian yang dihormati di zaman dinasti Qing. (jul)

Kredit: thebl.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds