Erabaru.net. Kuartal ketiga 2018 yang juga semakin meriah dengan berbagai acara besar olahraga seperti Piala Dunia dan Asian Games. Justru momentum ini bagi para pelaku industri dan pemilik merek untuk berlomba-lomba menggencarkan iklannya, khususnya di televisi karena momen ini terbukti menarik perhatian para pemirsa televisi.

Laporan ini disampaikan oleh Executive Director Media Business Nielsen Indonesia, Hellen Katherina dalam Press Briefing “Advertising Expenditure Q3 2018” pada 30 Oktober 2018 .

Di bulan Juli saja, penonton tayangan Piala Dunia berhasil mencapai perolehan angka reach hingga 65 persen. Dari sisi share pertandingan final yang mempertemukan antara Perancis dan Kroasia mendominasi perhatian penonton dengan perolehan rating sebesar 5,5 persen dan share 27,5 persen.

Pertandingan lainnya yang juga mendapatkan angka rating dan share cukup tinggi adalah pertandingan pada putaran 16 besar yang mempertemukan Brazil dan Meksiko dengan rating 5,3 persen dan share 23,6 persen. Pertandingan antara Spanyol dan Rusia juga memperoleh rating dan share yang cukup tinggi, masing-masing adalah 5 persen dan 22,9 persen.

Tren serupa juga terjadi pada momen Asian Games 2018, hasil pantauan Nielsen Television Audience Measurement (TAM) di 11 kota, sepanjang pelaksanaan Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 Agustus – 2 September 2018 menunjukkan trend jangkauan (Reach) tayangan yang terus meningkat. Hingga di akhir Asian Games 2018, angka kumulatif pemirsa yang berhasil menjangkau sampai dengan 85,4 persen penonton televisi.

Rating tertinggi masih diperoleh laga pertandingan sepak bola yang mempertemukan Indonesia dengan Hongkong yang meraih rating 9,4 persen dan share sebesar 35,6 persen. Disusul oleh olahraga favorit, bulu tangkis, antara Indonesia dengan Tiongkok  dengan angka rating 7,9 persen dan share 35,6 persen. Pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Uni Emirat Arab mendapat rating dan share cukup tinggi, masing-masing 7,9 persen dan 40,2 persen.

Melihat kepemirsaan yang cukup besar selama momentum penyelenggaraan olahraga tersebut di kuartal ketiga 2018, Nielsen Ad Intel juga mencatat bahwa sepanjang kuartal ketiga total belanja iklan televisi mencapai Rp 31,9 Triliun. Dari nilai total tersebut, kontribusi dari penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di bulan Juli saja meraup belanja iklan sebesar Rp 311,2 Miliar sedangkan Asian Games 2018 dengan total belanja iklan sebesar Rp 747, 8 Miliar.

“Momen-momen seperti penyelenggaraan World Cup dan Asian Games ini tentunya mendatangkan peluang yang cukup langka bagi pengiklan karena tidak terjadi setiap tahun. Bahkan pelaksanaan Asian Games di Indonesia mungkin akan terjadi lagi dalam belasan atau puluhan tahun mendatang,” ujar Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Media, Nielsen Indonesia.

Oleh karenanya, selama momen Piala Dunia 2018 dan Asian Games 2018, pengiklan tidak hanya menggelontorkan belanja iklan mereka baik dalam bentuk iklan dalam jeda komersial tetapi juga iklan di dalam program (sponsorship).

Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2018, Traveloka menjadi merek yang cukup banyak beriklan pada kedua bentuk iklan ini, dengan penempatan sebanyak 711 spot pada jeda komersial dan 403 spot di dalam program. Vivo juga menjadi merek lain yang cukup banyak beriklan dengan jumlah 562 spot di jeda komersial dan 331 spot di dalam tayangan program.

Sementara Indomie lebih banyak menempatkan iklannya di dalam tayangan program yaitu sebanyak 713 spot dan di jeda komersial sebanyak 346 spot. Menariknya, dua merek produk kopi juga banyak muncul pada penempatan iklan di dalam program, di antaranya Kopi ABC sebanyak 380 spot dan Kapal Api 283 spot.

Sementara untuk penyelenggaraan Asian Games merek-merek seperti Bukalapak, Grab dan Extra Joss mendominasi penempatan iklan baik iklan di jeda komersial maupun di dalam program. Bukalapak menjadi kontributor terbesar dengan beriklan sebanyak 718 spot pada jeda iklan dan 4.114 spot pada iklan dalam program.

Penempatan iklan pada jeda iklan Grab menyumbangkan iklannya sebesar 215 spot dan 1.007 spot pada iklan dalam program. Sedangkan Extra Joss lebih banyak menempatkan iklannya pada Iklan dalam Program sebanyak 2.230 spot sementara hanya 153 spot iklan pada iklan dalam jeda iklan.

Informasi belanja iklan diambil dari data Ad Intel yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Di tahun 2018, monitoring iklan mencakup 15 stasiun TV nasional, 98 surat kabar dan 65 majalah dan tabloid. Angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, bonus, promo, harga paket, dan lain-lai.

Nielsen TAM di Indonesia melakukan pengukuran kepemirsaan atas semua televisi nasional terhadap lebih dari 8,000 orang berusia 5 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). Hasil pengukuran tersebut tertuang dalam nilai rating, share dan indeks. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds