Erabaru.net. Para ahli arkeolog di Meksiko telah berhasil menemukan terowongan dan ruang bawah tanah yang berada di bawah Piramida Bulan (situs Warisan Dunia) di sebuah kota kuno, Teotihuacán.

(Foto: IFL Science)

Piramida Bulan dipercaya menjadi panggung pentas bagi masyarakat untuk mengadakan pengorbanan manusia dan hewan. Strukturnya terletak di seberang Piramida Matahari, juga dikenal sebagai Jalan Kematian (Avenue of Death).

Para peneliti dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko (Inah) dan Institut Geofisika di Universitas Otonomi Nasional Meksiko (UNAM) telah berhasil mendeteksi lokasi tersembunyi itu di sebuah situs dekat Mexico City.

Dengan ukuran diameter 15 meter, para ahli ini yakin bahwa daerah tersebut selalu digunakan untuk mengadakan upacara pemakaman mayat pada masa lalu.

(Foto: news.com.au)

Dulunya, Mexico City disebut sebagai Kota Aztec Tenochtitlan adalah tempat yang mengerikan karena pernah digunakan sebagai tempat pengorbanan manusia sebelum dipersembahkan kepada Tuhan mereka.

Dalam sebuah pernyataan, para arkeolog telah mengaitkan ruang tersembunyi dan terowongan tersebut dengan konsep kebudayaan masyarakat kuno seperti Suku Aztec dan Maya tentang dunia dunia bawah tanah.

(Foto: IFL Science)

Terowongan dan ruang rahasia ini berhasil ditemukan menggunakan teknologi ketahanan listrik pada tahun 2017 lalu. Teknologi ini memungkinkan para peneliti untuk mengukur sifat geologi Bumi tanpa menggali tanah. Namun, pengumuman hasil penelitian di situs baru saja diumumkan.

Hasil penelitian rinci menunjukkan ada jalan rahasia dan ruang di bawah Piramida Bulan tersebut. Mereka juga percaya dan berharap menemukan harta karun yang selama ini tersembunyi di bawah lokasi bangunan itu.

Di terowongan lain yang dieksplorasi di Piramida Bulan, beberapa kerangka manusia juga ditemukan untuk memperkuat spekulasi tentang tujuan terowongan yang dibangun oleh orang-orang kuno pada waktu itu.

Gambar Piramida Aztec termasuk Piramida Bulan di San Juan de Teotihuacan, Meksiko pada tahun 2007 (Foto: Luis Acosta / AFP / Getty Images)

Dr Verónica Ortega merangkap direktur Proyek Pemeliharaan bagi piramida bersangkutan, menjelaskan : “Dalam eksplorasi yang dilakukan pada 1980-an, arkeolog Rubén Cabrera dan Saburo Sugiyama telah menemukan kerangka manusia di mana bagian tengkoraknya rusak dan juga objek batu berwarna hijau (rantai dan patung manusia yang terbuat dari mosaik). Jadi, kemungkinan penemuan yang sama dapat ditemukan di bawah tanah .”

Dari tahun 1998 hingga 2004, para arkeolog menemukan kerangka 200 hewan termasuk harimau kumbang dan serigala. Mungkin setelah ini, akan ada lebih banyak hal yang bisa ditemukan.

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds