Erabaru.net. Zhuge Liang, (181-234M). adalah seorang figur sejarah besar di Zaman Tiga Kerajaan di Tiongkok. Ketika dia berusia muda, gurunya, Shi Shujing, mempunyai seekor ayam jantan. Setiap hari di saat siang, ayam jantan itu akan berkokok sebanyak tiga kali dan itu adalah tanda bagi Shi Shujing untuk mengakhiri pelajarannya.

Ilustrasi. Ayam jantan. Kredit: wikimedia

Zhuge Liang sangat senang untuk belajar dan selalu ingin belajar lebih banyak lagi, jadi, dia membawa sekantong beras, lalu diam-diam menebarkan beras itu keluar jendela, pada waktu kira-kira ayam jantan tersebut akan berkokok. Ketika ayam jantan itu selesai memakan semua beras yang ditebar, 1 atau 2 jam telah berlalu.

Shi Shujing mula-mula merasa heran, mengapa kelas pelajarannya terasa lebih lama, kemudian dia juga heran kenapa ayam jantannya terlambat berkokok.

Akhirnya, Shi Shujing mengetahui taktik rahasia Zhuge Liang dan menyuruhnya pulang.

Namun, istrinya membela Zhuge Liang dan meminta suaminya itu untuk memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Zhuge Liang.

Sebetulnya Shi Shuijing tahu bahwa Zhuge Liang adalah anak yang sangat cerdas, dan dia sendiri sangat senang mempunyai seorang murid seperti Zhuge Liang, dia ingin memanggilnya kembali, namun sebelumnya dia ingin tahu, selain kecerdasannya, bagaimana dengan akhlak dari muridnya yang cerdas itu. 

Jadi, sang guru ini mengirim seorang pelayannya ke kota Longzhong (sekarang kota Nanyang di Provinsi Henan), dimana Zhuge Liang tinggal, untuk diam-diam menyelidiki anak tersebut.

Pelayan itu kembali dengan tiga cerita.

Ilustrasi. Kredit: abbotsphonics.wordpress.com

Pertama, Ibu dari Zhuge Liang tidak tahan cuaca dingin, jadi setiap malam, Zhuge Liang akan mengumpulkan rumput dan menyebarkannya di sekeliling ranjang Ibunya. Kemudian, sebelum Ibunya tidur disitu, dia akan berbaring terlebih dahulu untuk menghangatkan ranjang tersebut, jadi Ibunya tidak perlu merasa kedinginan ketika berbaring disitu.

Kedua, Zhuge Liang harus melewati dua ladang sayuran milik tetangganya untuk mencapai sumur. Karena tubuhnya pendek, dia khawatir kalau ember yang dia bawa akan bergantung rendah dan merusak sayuran di ladang yang dia lewati. Jadi dia selalu memilih untuk mengambil jalur yang lebih jauh untuk mencegah kerusakan pada sayuran-sayuran tersebut.

Ketiga, sebelum belajar dari Shi Shujing, Zhuge Liang sering bertanya dan mencari pengetahuan dari seorang pria yang tinggal di dekat rumahnya. Kemudian, walaupun Zhuge Liang telah menjadi jauh lebih terpelajar dari pria tersebut, dia masih menghormatinya dan bersikap sangat rendah hati kepadanya.

Setelah mendengar tiga kisah tersebut, Shi Shujing sangat senang dan secara pribadi mengundang Zhuge Liang untuk kembali menjadi muridnya.

Dia menghargai keluhuran karakter Zhuge Liang dan menurunkan semua pengetahuan yang dia miliki kepadanya.

Zhuge Liang. Kredit: threekingdoms.wikia.com

Di masa depan, Zhuge Liang menjadi seorang politisi sekaligus ahli strategi militer yang luar biasa. Selain karena pengetahuannya, dia juga dihormati karena karakter moralnya yang tinggi. (jul)

Kredit: thebl.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds