Washington DC – Angkatan Laut AS merilis rekaman video dari aksi yang disebut “Interaksi Tidak Aman”. Video itu menunjukkan sebuah jet tempur Rusia yang mencegat (intercept) pesawat pengintai EP-3 milik Amerika di atas Laut Hitam.

Video menunjukkan jet Rusia yang meletuskan tenaga turbo (mengaktifkan afterburner) melewati EP-3. Pesawat itu muncul hanya dalam beberapa ratus kaki di depan-kanan pesawat mata-mata Amerika.

“Interaksi ini ditentukan (sebagai interaksi) tidak aman karena SU-27 melakukan lintasan berkecepatan tinggi langsung di depan pesawat misi, membahayakan pilot dan awak pesawat. Intercept SU-27 membuat aksi tambahan, dengan menutup (ruang gerak/lintasan) EP-3 dan menerapkan afterburner sambil melakukan manuver berbalik,” kata Angkatan Laut AS, dalam sebuah pernyataan pada 5 November 2018.

Kru EP-3 mengalami turbulensi setelah interaksi pertama. Mereka juga mengalami getaran hebat dari aksi Rusia yang kedua. “Seluruh aksi intercept itu berlangsung sekitar 25 menit,” kata Angkatan Laut AS.

“Pesawat AS beroperasi sesuai dengan hukum internasional dan tidak memprovokasi kegiatan Rusia ini,” klaim pernyataan itu.

“Militer Rusia memiliki haknya untuk berlatih di wilayah udara internasional, namun interaksi ini tidak bertanggung jawab. Kami mengharapkan mereka untuk berperilaku dalam standar internasional yang ditetapkan untuk memastikan keamanan dan untuk mencegah insiden, termasuk Perjanjian 1972 untuk Pencegahan Insiden, Prevention of Incidents On and Over the High Seas (INCSEA). Tindakan tidak aman meningkatkan risiko salah perhitungan dan potensi tabrakan di udara,” sambung pernyataan AL.

Kementerian Pertahanan Rusia membantah klaim Angkatan Laut bahwa Su-27 yang mencegat EP-3 dengan cara yang tidak aman.

“Para awak jet melaporkan mengidentifikasi pesawat pengintai AS dan (mereka) menemani, mencegah pelanggaran wilayah udara Rusia dan mengikuti semua prosedur keselamatan yang diperlukan,” tulis pernyataan dari pejabat pertahanan Rusia, menurut Sputnik News yang didukung negara Rusia. (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds