Erabaru.net. Pada masa akhir Dinasti Zhou Utara (557-581) dan awal masa Dinasti Sui (581-671), hiduplah seorang pemuda bernama Du Zhicun. Dia adalah seorang pemuda yang sangat malas sekaligus sangat boros. Parahnya lagi, dia juga kurang bermoral dan sangat suka berfoya-foya.

Setiap hari, siang dan malam dia akan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, akibatnya hanya dalam beberapa tahun, semua harta kekayaan peninggalan orangtuanya ludes.

Ilustrasi. Kredit: foundationsrecoverynetwork.com

Du kemudian mulai meminjam uang ke banyak orang namun tetap tidak bisa berubah, akibatnya semua uang pinjamannya juga ludes.

Terakhir dia mencoba meminta bantuan kepada keluarga dan saudara-saudaranya, namun mereka juga bukan orang yang kaya raya, disamping itu mereka juga tahu sifat buruk Du, akibatnya tidak ada yang mau memberi pinjaman kepada Du.

Akhirnya Du meninggalkan istrinya dan membiarkannya kembali ke rumah orangtuanya, sementara Du sendiri menjadi gelandangan.

Pada suatu malam yang dingin, Du sedang berjalan gontai tanpa arah dan tujuan, dia sangat kelaparan hingga akhirnya memutuskan untuk mulai mengemis. Saat sedang duduk mengemis, ada seorang tua yang menghampirinya, orang tua itu bertanya kepadanya: “Hei, kamu masih muda dan terlihat masih kuat, mengapa kamu mengemis?”

Ilustrasi. Kredit: techinasia.com

Du menjawab dan mulai menceritakan apa yang terjadi dalam kehidupannya, namun di akhir ucapannya, Du mengatakan bahwa kalau saja dia bisa memiliki kembali semua uang yang pernah dia miliki, dia akan berubah dan menjalani hidup dengan baik.

Orang tua itu bertanya, “Hmm.. kalau begitu, berapa uang yang kamu butuhkan?”

Du ragu-ragu dan malu-malu untuk menjawab, dia juga berpikir bahwa itu semua sia-sia, tidak mungkin seorang tua yang baru saja ditemuinya akan mau memberikan sejumlah uang yang sangat besar kepadanya.

Namun orang tua itu bersikeras dan terus mendesaknya, akhirnya Du menjawab, “Sepuluh juta.”

Kemudian orang tua itu mengambil sejumlah uang dari lengan bajunya dan memberikannya kepada Du sambil berkata, “Ini saya berikan untukmu malam ini. Besok jam dua belas siang saya akan menunggumu di Penginapan Persia di Pasar Barat. Pastikan bahwa kamu datang tepat waktu!”

Keesokan harinya Du pergi kesana tepat waktu, orang tua itu ada disana dan memberikannya sejumlah uang seperti yang dia ucapkan pada malam sebelumnya, setelah itu, orang tua tersebut pergi tanpa memberitahukan namanya.

Karena telah menjadi kaya, sifat boros Du kembali kambuh, dia mulai menjalani hidup dengan foya-foya, membeli baju bagus, perhiasan, serta kuda yang mahal.

Ilustrasi. Kredit: thebalanceeveryday.com

Tak dirasa satu tahun berlalu dan akibat gaya hidupnya yang boros, Du harus menjual semua baju bagusnya dan hanya mengenakan baju lusuh, menjual semua perhiasan, serta menjual kudanya dan menggantinya dengan keledai. Tidak lama, dia juga harus menjual keledainya dan harus berjalan kaki. Akhirnya Du kembali menjadi gelandangan, dan dia kembali menjadi pengemis.

 

Pada suatu malam ketika sedang mengemis, ada seorang tua yang berjalan melewatinya, orang tua ini lalu berhenti, mengamatinya sejenak, kemudian berkata, “Hei! Bukankah kamu pemuda yang satu tahun lalu saya berikan uang? Kenapa sekarang kamu ada di sini?”

Du merasa malu, dan setelah terus ditanya, akhirnya Du menceritakan “kebodohan”-nya yang pada akhirnya membuat dia harus kembali menjadi pengemis.

Orang tua itu menarik napas panjang, dan kemudian berkata, “Baiklah, bagaimana kalau saya berikan kamu uang lagi, apakah kamu akan berubah?”

Du sendiri ragu pada awalnya, namun akhirnya dia berkata. “Saya janji akan berubah.”

“Baiklah, kali ini biar saya tambahkan jumlah uangnya, supaya kamu bisa memulai usaha yang besar. Besok pada jam dua belas siang, datanglah ke tempat kita bertemu dulu!”

Keesokan harinya Du datang dan orang tua itu, kini bahkan memberinya uang 100 juta!

Ilustrasi. Kredit: reddit.com

Du merasa ragu, tapi akhirnya dia menerima uang itu dan berjanji bahwa dia akan menjalani hidupnya dengan sangat baik.

Namun melihat begitu banyaknya uang, Du mulai tergoda untuk menggunakan sedikit uangnya untuk bersenang-senang, dia berpikir bahwa tidak akan menjadi masalah jika sedikit uang itu digunakan untuk bersenang-senang, toh sisanya masih sangat banyak.

Du mulai bersenang-senang kembali, dan perlahan-lahan sifat borosnya kembali muncul, dia mulai lupa pada janjinya untuk berubah, dia mulai menjalani hari, siang dan malam, dengan berfoya-foya.

Akhirnya setelah lima tahun berlalu, semua uangnya kembali ludes tak bersisa, dan Du kembali menjadi gelandangan dan kembali mengemis. (lpc/jul)

BERSAMBUNG KE BAGIAN -2

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds