Kematian Li Yong, seorang penyiar utama terkemuka di China Central Television (CCTV) yang dikelola pemerintah, setelah pertempuran panjang dengan kanker saat menerima perawatan di New York, telah menjelaskan tren yang menunjukkan orang kaya Tiongkok semakin meningkat pergi ke Amerika Serikat untuk mencari perawatan medis penyakit kanker.

Hingga akhir Oktober, Saint Lucia Consulting, salah satu agen perawatan medis di luar negeri terbesar Tiongkok, telah mengatur perawatan di AS tahun ini untuk lebih dari 1.500 orang, termasuk 100 pasien saat ini. Angka tersebut dibandingkan dengan hanya dua pasien kanker pada tahun 2011, tahun dimana Saint Lucia didirikan, perusahaan tersebut mengatakan kepada koran Wenzhou Metro.

Bagi para pasien Tiongkok, rumah sakit AS yang paling disukai untuk pengobatan kanker adalah University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston, Children’s Hospital of Harvard Medical School dan Dana-Farber Cancer Institute di Boston, dan Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, kata Tang Guangliang, manajer umum Saint Lucia Consulting cabang Shanghai.

Tang mengatakan bahwa lebih banyak orang Tiongkok melakukan perjalanan ke Amerika Serikat setelah diagnosis kanker stadium awal, daripada beralih ke perawatan di luar negeri hanya saat layanan medis lokal pada tahap awal penyakit terbukti tidak memuaskan.

Tiongkok telah membentuk kelompok pasien yang tumbuh paling cepat dalam beberapa tahun terakhir, yang terdiri dari sepertiga dari semua pasien kanker luar negeri, Eric Winter, direktur Pusat Onkologi Payudara di Dana-Farber, mengatakan kepada Prism Press.

Para pasien Tiongkok melihat perawatan medis dan diagnosis AS sebagai lebih akurat, efektif, dan nyaman daripada perawatan di rumah sakit di Tiongkok.

Yang Tao, 53 tahun, didiagnosa menderita kanker prostat Tahap 4 pada Mei 2015. Dia dirawat di rumah sakit di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou, tetapi penyakitnya kambuh meskipun menjalani beberapa putaran terapi radiasi dan kemoterapi. Pada bulan Juli, Yang mengatakan kepada Prism Press bahwa dia pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani perawatan dan menjalani operasi selama 11 jam yang melibatkan beberapa departemen di MD Anderson Cancer Center.

“Uang bukan masalah utama,” kata Yang, yang menjalankan bisnisnya sendiri dan menghabiskan $200.000 untuk operasi tersebut. Ia percaya bahwa “bukan hanya teknologi dan kepercayaan antara rumah sakit dengan para pasien, juga kerjasama antar departemen yang berbeda di rumah sakit yang sama” sulit ditemukan di negara asalnya. “Di Tiongkok, tidak ada rumah sakit yang bisa melakukan operasi semacam ini.”

Menurut Institut Kanker Nasional AS, tingkat kelangsungan hidup relatif lima tahun secara keseluruhan untuk pasien kanker AS adalah 66,9 persen pada periode tahun 2008-2014. Laporan Statistik Statistik Kanker Tiongkok resmi melaporkan lebih dari 3,8 juta kasus kanker baru yang didiagnosis Tiongkok pada 2014, atau lebih dari 10.000 pasien kanker baru setiap hari. Pada tahun 2010, tingkat kelangsungan hidup lima tahun secara keseluruhan adalah 30,9 persen.

Sementara tingkat kelangsungan hidup kanker AS lebih dari dua kali lipat di antara pasien di Tiongkok, biaya tersebut sangat tinggi untuk kebanyakan orang.

Situs web agen perawatan medis di luar negeri Tiongkok biasanya mencantumkan biaya untuk operasi kanker AS sekitar $150.000, serta tambahan $100.000 untuk biaya perjalanan, akomodasi, dan biaya lain-lain. Agen tersebut juga membebankan biaya layanan sekitar 50.000 yuan (sekitar $7.300).

Banyak calon pasien bersedia membayar biaya ini, bahkan menjual real estat mereka untuk mendapatkan perawatan bagi mereka sendiri atau anggota keluarga.

Eguan, sebuah think tank (lembaga riset) Tiongkok, mengatakan bahwa total nilai pasar perawatan medis luar negeri Tiongkok adalah 730 juta yuan ($106 juta) pada tahun 2016, yang melonjak 37 persen menjadi 1 miliar yuan pada tahun 2017. Selain dari perawatan kanker, bentuk-bentuk paling populer dari perawatan di luar negeri termasuk perawatan-perawatan kesuburan dan operasi plastik. (ran)

Rekomendasi video:

Kisah Tiongkok Kuno Keajaiban untuk Orang Cacat

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds