BEIJING — Konvergensi tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi tahun ini sedang membebani sektor swasta yang dulu hidup di Tiongkok, mendorong beberapa pengusaha untuk mempertanyakan keefektifan, dan maksud sebenarnya, tentang kebijakan-kebijakan Beijing.

Beberapa dari jutaan perusahaan swasta yang sedang berjuang khawatir bahwa Beijing lebih fokus untuk mendukung perusahaan raksasa milik negara (BUMN), bahkan saat Tiongkok merayakan ulang tahun ke-40 reformasi ekonomi penting yang menghidupkan kembali kewiraswastaan di negara komunis tersebut.

Dalam sebuah pertemuan dengan para pengusaha yang ditayangkan di TV nasional minggu lalu, pemimpin Tiongkok Xi Jinping melemparkan dukungannya di belakang perusahaan-perusahaan swasta, menjanjikan pemotongan pajak dan lingkungan bisnis yang sama bagi semua perusahaan. Dia juga menegaskan kembali dukungan keuangan untuk sektor ini.

Namun Xi juga menegaskan kembali pembelaannya untuk sektor negara, mengatakan reformasi dan pengawasan lebih ketat terhadap perusahaan negara akan membantu melindungi aset-aset negara yang dimiliki semua rakyat Tiongkok.

“Tekanan jangka panjang akan sangat besar, karena jelas bahwa perusahaan-perusahaan besar akan memiliki lebih banyak keuntungan, dan perusahaan kecil hanya bisa ‘dimakan’ atau bangkrut,” kata Bi Jiacheng, manajer di Nantong Kunstronger Labor Protective Products Co, yang membuat sarung tangan pelindung di Provinsi Jiangsu bagian timur.

“Perusahaan swasta menyediakan sebagian besar pekerjaan dan pajak yang stabil, itu sebabnya negara perlu menstabilkan sektor swasta.”

Bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan Beijing menindak keras pinjaman yang lebih berisiko, sektor swasta Tiongkok sedang bergulat dengan krisis keuangan yang telah mendorong beberapa perusahaan ke dalam kesulitan.

Tahun ini, setidaknya 40 perusahaan swasta yang terdaftar telah mengumumkan penjualan saham kepada perusahaan-perusahaan negara, sebagai tanggapan terhadap tekanan keuangan yang diperparah oleh kekalahan pasar saham, menurut media pemerintah.

Perusahaan-perusahaan swasta mengatakan mereka juga kalah dari BUMN karena pengawas lingkungan menutup pabrik-pabrik kecil atas nama pengurangan polusi, sementara banyak eksportir rentan terhadap perang dagang dengan Amerika Serikat. Dihadapkan dengan ketidakpastian, beberapa perusahaan swasta telah memilih untuk mempertahankan kondisi yang ada, daripada memperluas.

SEKTOR SWASTA DALAM KEMUNDURAN

Salah satu produsen keramik swasta mengatakan bahwa perusahaannya terpaksa merelokasi operasi-operasinya dari Zibo di Provinsi Shandong timur setelah restrukturisasi industri besar terlihat banyak perusahaan swasta lokal tutup tersandung polusi dan tindakan keras pemerintah. Pemilik lain dari perusahaan yang memasok makanan ke industri transportasi mengeluh bisnisnya telah menyusut karena kanibalisasi dari sektor negara.

Di masa lalu, makanan untuk para penumpang terutama diproduksi oleh perusahaan-perusahaan swasta, tetapi saat ini BUMN mendominasi, katanya, menolak diidentifikasi karena takut mendapat ganjaran.

Selama lebih dari tiga dekade terakhir, perusahaan-perusahaan swasta telah berkembang ketika Tiongkok membuka ekonominya. Kemudian, dalam krisis keuangan global terakhir, BUMN bangkit kembali sebagai hasil dari dukungan besar Beijing, perubahan yang dikenal sebagai “kemajuan sektor negara, kemunduran sektor swasta.”

DUKUNGAN PENDANAAN

Sektor manufaktur Tiongkok hampir tidak tumbuh pada bulan Oktober, sementara sektor jasa merayap mendekati garis yang membagi pertumbuhan dari penyusutan.

Bulan lalu, bank sentral meluncurkan program untuk mempromosikan pembiayaan obligasi melalui perusahaan-perusahaan swasta, setelah pencapaian keberhasilan yang terbatas dalam menyalurkan lebih banyak kredit kepada perusahaan kecil, melalui empat pemotongan cadangan yang diwajibkan tahun ini. Ketika pinjaman bank baru telah meningkat tahun ini, pemberian pinjaman “bayangan” lainnya telah menyusut, membebani kapasitas perusahaan swasta yang lebih kecil untuk tumbuh dan berkembang.

“Kita dapat melihat beberapa hasil dalam jangka pendek, mengingat pemerintah pusat telah mengirimkan sinyal-sinyal kuat dan mengambil langkah-langkah kuat untuk mendukung perusahaan-perusahaan kecil dan swasta,” kata seorang penasihat kepada pemerintah.

“Namun ini tidak cukup. Dalam jangka panjang, kita perlu melihat ide-ide fundamental dan reformasi fundamental, bagaimana menangani hubungan antara BUMN dengan perusahaan swasta.” (ran)

Rekomendasi video:

Mampukah Tiongkok Bertahan 10 Tahun Perang Dagang Lawan Amerika?

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds