Erabaru.net. Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Irak (MHE) pada Jumat (2/11/2018) resmi membentuk komite untuk menyelidiki ribuan ikan mati di sungai-sungai Provinsi Babil, Irak.

Atas kejadian ini, Kementerian Pertanian kemungkina ikut terlibat menyelidiki kemungkinan ikan-ikan terjadinya keracunan.

Kurdistan24.net, Jumat (2/11/2018) melaporkan otoritas kesehatan setempat akan melakukan tes laboratorium sebagai langkah penyelidikan.

Beberapa pejabat mengatakan mereka percaya penyebab kematian ikan itu adalah air, makanan, atau kontaminasi lingkungan lainnya yang menyebabkan keracunan dan peradangan ikan.

Pada awal Oktober, penduduk pedesaan di utara Baghdad melaporkan menyaksikan kematian ikan secara massal di Sungai Tigris. Kemudian pada Kamis kemudian, kejadian serupa dilaporkan di provinsi Babil, lalu di sebelah selatan Baghdad tetapi hanya di Sungai Eufrat.

Ikan mati di sungai Irak (Rudaw.net)

Pihak berwenang mengatakan bahwa insiden di utara Baghdad, khususnya kota al-Tarmiyah dan al-Rashidiya, disebabkan oleh infeksi jamur.

Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Irak menyatakan tim yang mereka bentuk bekerja untuk menghentikan kematian ikan. Pihaknya juga menyiapkan metode untuk mengatasainya secepat mungkin.

Laporan ini ditulis oleh Media Irak, membaca pernyataan Kareem ‘Askar, direktur jenderal Departemen MHE di Wilayah Eufrat Tengah, sebuah wilayah geografis di selatan Baghdad di lembah Sungai Eufrat.

Pejabat Irak menekankan perlunya memperkuat regulasi, meningkatkan pengawasan, dan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan undang-undang lingkungan secara efektif sebagai langkah membatasi pelanggaran yang merugikan lingkungan.

Ikan mati di sungai Irak (Rudaw.net)

Departemen Pertanian tidak mengesampingkan bahwa kematian itu disengaja, meskipun strategi yang tepat di balik skema yang diusulkan masih belum terperinci.

“Investigasi oleh tim yang kompeten tentang kematian ikan di Babil akan mengungkapkan alasan sebenarnya,” demikian pernyataan otoritas Irak.

Kementerian telah “tidak menampik [kemungkinan] bahwa penyebabnya adalah konflik antara petani [ikan] dan importir yang mencoba untuk mengendalikan pasar ikan,” tambah kementerian tersebut.

“Pembersihan kekayaan ikan di Irak dan kasus keracunan yang berulang di sungai bukanlah kecelakaan, tetapi kejahatan dan seharusnya tidak terlewatkan,” kata mantan menteri sumber daya air Hassan al-Janabi di akun Facebooknya. (asr)

Sumbe : Kurdistan24.net/Rudaw.net

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds