Erabaru.net. Di masa dinasti Ming, hiduplah dua keluarga, keluarga Zhang dan keluarga Ye, yang tinggal bersebelahan, keduanya sama-sama mencari nafkah dengan berkebun, kebun mereka sama-sama luas, dan letak kebun mereka juga bersebelahan.

Masing-masing keluarga ingin memperluas kebun mereka, jadi setiap malam, diam-diam satu keluarga menggeser patok perbatasan sejauh satu meter ke sisi sebelah. setelah itu terjadi, keluarga yang satu juga akan menggeser kembali sejauh 1,5 meter ke sisi yang berlawanan.

Hal tersebut berlangsung terus menerus, dan ketika tiba pada puncak kemarahannya, Zhang menulis kepada Kakaknya yang memiliki posisi cukup tinggi sebagai pejabat di ibukota dengan harapan bahwa Kakaknya akan bisa menggunakan kekuasaannya untuk menekan keluarga Ye.

Setelah beberapa waktu, Kakak Zhang membalas suratnya dengan empat bait kata-kata sebagai berikut:

Kamu mengirim surat dengan jarak ribuan li hanya untuk sebuah patok perbatasan
Mengapa hanya kehilangan beberapa meter tanah saja tidak rela
Tembok Besar yang berjarak puluhan ribu li masih tetap berdiri di sana
Sementara kaisar pertama Qin sudah lama tidak terlihat lagi

Tiba-tiba Zhang sadar, bahwa Kaisar Qin yang telah membangun Tembok Besar sekalipun, kini hanyalah tinggal cerita masa lalu, lalu mengapa harus berat merelakan hanya beberapa meter tanah?

Kemudian Zhang merelakan tanahnya untuk diambil beberapa meter oleh tetangganya, setelah mengetahui akan hal tersebut, keluarga Ye menjadi malu dan kemudian mereka memundurkan sendiri patok batasnya.

Akhirnya, setelah beberapa waktu, dibuatlah sebuah jalan di antara kedua kebun mereka, dan masing-masing keluarga memberikan tanahnya untuk dijadikan jalan umum. Orang-orang memuji sikap mereka yang mau merelakan tanahnya, dan kemudian menamakan jalan itu sebagai Jalan Ren De (Jalan Kemurahan Hati).

Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: mundur selangkah Anda akan menemukan, laut luas angkasa tak berbatas.
Saat menghadapi konflik, cobalah untuk mundur selangkah dan mengalah, dan lihatlah kebaikan serta kemujuran yang akan datang setelahnya. (lpc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds