Erabaru.net. Setelah mengungkap adanya kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat atau airspeed indicator Lion Air PK-LQP, KNKT kembali menemukan fakta baru. Terungkap bahwa sensor AOA atau angle of attack mengalami kerusakan hingga kemudian diganti.  

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan setelah investigator menggelar investigasi pada sumber persoalan maka ditemukan adanya kerusakan pada AOA.

Sensor AOA berfungsi untuk mengetahui posisi hidung atau sikap pesawat. Sehingga saat terbang, sensor ini menjaga pesawat tak menukik secara tajam atau kehilangan ketinggian terbang.

” Setelah dilakukan troubleshooting, yang rusak adalah AOA. Pada penerbangan Bali ke Jakarta muncul perbedaan yang mana AOA sebelah kiri berbeda 20 derajat terhadap yang kanan,” katanya Soerjanto kepada wartawan di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Soerjanto menjelaskan fungsi AOA mengukur sudut atau sikap pesawat terhadap aliran udara. Jika kemudian, tambah dia, pesawat naik maka AOA dapat membaca tentang berapa derajat  aliran udara di pesawat.

Sehari sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018), Lion Air PK-LQP pada Minggu (28/10/2018) dijadwalkan terbang Denpasar-Jakarta pada pukul 19.30 WITa, namun baru lepas landas ke Jakarta pada 22.21 WITA.

Perbedaan yang dimaksud adalah sensor bagi pilot dan co-pilot. Hingga kemudian pada akhirnya, pilot melakukan beberapa prosedur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan pesawat dapat mendarat di Jakarta dengan selamat.

Pada kesempatan itu, Soerjanto mengungkapkan bahwa saat di Denpasar terungkap bahwa adanya kerusakan sehingga sensor AOA itu diganti. Adapun AOA ini merupakan satu bagian dari sistem penunjuk kecepatan.

Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo Sensor AOA Lion Air PK-PQL (Screenshoot Video)

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menuturkan bahwa AOA yang sudah dilepas di Bali akan dilakukan uji coba untuk mengetahui komponen yang terkandung di dalamnya. Sensor AOA ini selanjutnya akan diperiksa di pabrik di Chicago, Amerika Serikat.

“Kalau dibongkar kita ingin melihat kira-kira apa kerusakan di sensor itu,” katanya.

Tak hanya itu, Nurcahyo mengatakan investigator akan mengungkap sensor AOA yang terpasang pada Lion Air PK-LQP saat kecelakaan terjadi.

Lebih jauh investigator juga akan menyelidiki apakah sensor AOA tersebut sudah dikenakan di pesawat lainnya serta mengetahui secara rinci mengenai perbaikan-perbaikan sebelumnya termasuk teknisi yang memperbaiki.

“Semuanya akan kita usut mengenai komponen yang terpasang di pesawat,” jelasnya. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds