Erabaru.net. Kisah kemenangan Perang Dunia II yang bersejarah mungkin akan perlu ditulis ulang, jika bukan karena satu perbuatan baik kecil, yang dilakukan oleh satu orang, yakni sang Jenderal Tentara yang heroik, Eisenhower.

Dwight David Eisenhower adalah seorang jenderal tentara Amerika yang juga menjadi Presiden Amerika Serikat ke-34.

Suatu hari, selama masa Perang Dunia II, Letnan Jenderal Eisenhower dari kelompok Pasukan Sekutu, sedang kembali ke Prancis, untuk menghadiri konferensi militer darurat disana.

Jenderal Eisenhower, Jenderal Patton and President Roosevelt di Sisilia, 1943. (Wikipedia/ U.S. National Archives and Records Administration)

Hari itu, hujan salju turun dengan sangat tebal, dan udara sangat dingin, saat itu mobilnya sedang dipacu dengan kecepatan tinggi menuju tempat tujuannya. Tiba-tiba Eisenhower melihat sepasang suami istri tua yang sedang duduk di pinggir jalan, sedang menggigil di tengah udara dingin.

Dia kemudian segera menghentikan mobilnya dan meminta tentara yang ada di sebelahnya, untuk keluar dari mobil dan berbicara dengan mereka. Seorang tentara lain yang ada di dalam mobil, segera membantah, “Jenderal, kita harus tiba tepat waktu untuk mengikuti pertemuan di markas pusat, mohon biarkan polisi setempat yang mengurus mereka.”

Jenderal Eisenhower. Kredit. marketwatch.com

Namun, Jenderal Eisenhower tetap bersikeras untuk menolong pasangan tua yang putus asa tersebut. Dia berkata kepada anak buahnya, “Jika kita menunggu sampai polisi setempat datang, mereka akan sudah mati saat para polisi tiba.”

Jenderal itu kemudian mengetahui bahwa sepasang suami istri tua tersebut sedang dalam perjalanan menuju rumah putra mereka di Paris, namun mobil mereka mogok di tengah perjalanan.

Jenderal Eisenhower kemudian tanpa ragu, langsung mengajak mereka untuk masuk ke dalam mobil. Dia menawarkan bantuan, yaitu untuk mengantarkan mereka ke rumah anak mereka di Paris, lalu kemudian dia melanjutkan perjalanan ke Kantor Pusat.

Saat itu, Eisenhower, sang komandan tertinggi Tentara Sekutu, menawarkan kebaikan semata-mata hanya karena niat baiknya sendiri, tidak peduli akan jabatannya saat itu ataupun segala persoalan yang akan timbul, yang akan mempengaruhi misi yang sedang dia emban.

Jenderal Eisenhower. (Wikipedia)

Bagaimanapun juga, laporan intelijen yang diterima malam itu, membuat semua orang di dalam mobil terkejut, khususnya tentara yang telah berusaha mencegah Eisenhower mengubah rute perjalanannya.

Ternyata, para penembak jitu Nazi telah ditempatkan di sepanjang rute yang akan dilalui oleh Eisenhower, dalam upaya untuk menjebak dan membunuh mereka semua, dalam perjalanan menuju Markas Pusat.

Hitler sudah yakin bahwa hari itu akan menjadi hari terakhir dari sang komandan Tentara Sekutu, namun rencananya gagal akibat suatu hal yang sangat tidak terduga. Hitler sama sekali tidak menduga bahwa tindakan untuk memberi pertolongan kepada sepasang suami istri tua di tengah jalan, akan membuat Eisenhower mengambil rute yang berbeda.

Presiden Amerika Serikat ke-34, Dwight D. Eisenhower. (Wikipedia/ James Anthony Wills)

Para ahli sejarah telah berkomentar bahwa perbuatan baik Eisenhower-lah yang menyelamatkan nyawanya sendiri, dari sebuah rencana pembunuhan yang nyaris pasti berhasil.

Adalah dalam sebuah tindakan kebaikan kecil yang kita tunjukkan kepada orang lain, yang awalnya tampak sebagai sebuah tindakan yang tidak berarti, kita menemukan kebenaran dalam hidup kita. Dalam tindakan-tindakan kecil semacam itu, justru ada kekuatan untuk menulis ataupun menulis ulang sejarah.

Menurut nilai-nilai serta budaya tradisional, semakin kita peduli kepada orang lain, maka semakin baik nasib kita, dan kemudian semakin banyak juga berkah yang akan kita peroleh. (jul)

Sumber: thebl.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds