Washington DC – Objek misterius Oumuamua ditemukan di tata surya oleh para peneliti. Peneliti menduga bahwa benda langit misterius itu adalah lightsail, suatu pemandu bagi jalur pelayaran atau transportasi antar galaksi.

“Mengingat itu adalah bahan buatan, ada satu kemungkinan adalah bahwa ‘Oumuamua adalah lightail, yang mengambang di ruang antarbintang sebagai bagian dari peralatan teknologi canggih,” kata para peneliti pada 1 November 2018.

Sebuah studi dari Harvard yang diterbitkan awal bulan November ini, mencatat bahwa objek tersebut memiliki percepatan aneh ketika bergerak di ruang angkasa.

“Percepatan seperti itu secara alami diprediksi sebagai pola pergerakan komet, didorong oleh bahan penguapan. Namun, penelitian observasional dan teoritis baru-baru ini menyiratkan bahwa ‘Oumuamua bukan komet yang aktif,'” kata para peneliti.

NASA sebelumnya mengatakan objek itu, yang memiliki panjang sekitar 400 meter dan lebar 40 meter, adalah benda logam atau berbatu. “Benda itu memiliki kepadatan seperti komet dan permukaan merah gelap,” kata NASA, pada bulan September 2018.

Namun studi Harvard melanjutkan, “Lightsails dengan dimensi yang sama telah dirancang dan dibangun oleh peradaban kita sendiri, termasuk proyek IKAROS dan Starshot Initiative. Teknologi lightail memungkinkan untuk digunakan dalam transportasi kargo antar planet atau antar bintang.”

Studi ini menunjukkan bahwa objek tersebut kemungkinan meninggalkan rumah aslinya jutaan tahun di masa lalu dan terlepas dalam pembentukan planet dan migrasi.

Lightail, yang juga disebut layar matahari atau layar foton, adalah metode yang diusulkan untuk propulsi pesawat ruang angkasa dengan menggunakan tekanan radiasi dari sinar matahari.

“Oumuamua, bisa jadi adalah penyelidikan operasional penuh yang dikirim secara sengaja ke sekitar Bumi oleh peradaban alien. Namun, ini tentunya adalah skenario yang lebih eksotis,” kata para peneliti.

“Permukaan merah menunjukkan benda yang kaya organik seperti komet dan asteroid tata surya luar, atau permukaan mengandung mineral dengan besi nano, seperti sisi gelap bulan Saturnus, Iapetus,” kata laporan NASA.

“Oumuamua sedang bepergian menjauh dari Matahari pada kecepatan sekitar 70.000 mph dan menuju bagian terluar dari Tata Surya,” kata NASA. “Hanya dalam empat tahun lagi, benda itu akan melewati orbit Neptunus dalam perjalanan kembali ke ruang antarbintang,” kata NASA pada bulan Juni 2018.

Ilustrasi ini menunjukkan ‘Oumuamua bergerak menjauh menuju pinggiran tata surya kita. Karena rotasi objek yang rumit menyulitkan untuk menentukan bentuk yang tepat, sehingga ada banyak model (pola) pergerakan. (Foto : NASA/ESA/STScl/The Epoch Times)

Tahun lalu, badan antariksa mencatat bahwa benda itu mendapat dorongan tak terduga dalam kecepatan dan pergeseran lintasan. Karena objeknya adalah objek antar bintang pertama yang diamati di Tata Surya, para ilmuwan mengatakan sulit untuk menyimpulkan penyebabnya.

“Pengamatan menunjuk pada kemungkinan bahwa sistem bintang lain secara teratur mengeluarkan benda mirip komet kecil dan harus ada lebih banyak dari mereka yang melayang di antara bintang-bintang,” kata NASA.

Oumuamua menurut peneliti adalah pengembara dan pembuka jalan. Sebab, dia adalah utusan dari jauh yang tiba lebih dahulu. (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular