Erabaru.net. Salah satu budi terluhur dalam keyakinan Tiongkok kuno adalah bakti kepada orangtua, atau merawat dan peduli kepada orangtua. Baik Raja Wen maupun putranya, Raja Wu, adalah contoh yang sangat bagus untuk hal tersebut.

Bakti kepada orangtua yang dimiliki Raja Wen

Raja Wen. (Public Domain)

Raja Wen dari Dinasti Zhou, juga dikenal sebagai Ji Chang, dikenal sebagai raja yang suci dalam sejarah Tiongkok. Walaupun dia berkuasa pada masa akhir Dinasti Shang, dia kemudian diberi gelar kehormatan sebagai pendiri Dinasti Zhou. Dia adalah Ayah dari Raja Wu, yang kemudian menjadi kaisar pertama Donasti Zhou, dan juga Ayah dari Bangsawan Zhou.

Raja Wen dari Zhou sangat patuh kepada orangtuanya. Menurut catatan sejarah, ketika Raja Wen masih sebagai seorang pangeran, dia akan memgunjungi Ayahnya tiga kali sehari. Setiap hari, setelah mendengar suara kokok ayam jantan, dia akan bangun dan langsung menengok Ayahnya, dia akan berdiri di depan pintu kamar Ayahnya dan bertanya apakah segalanya baik-baik saja, dan kemudian barulah dia kembali ke kamarnya.

Jika ada yang tidak beres pada Ayahnya, pelayan akan melapor kepada Raja Wen. Setelah mendengar, Raja Wen akan sangat khawatir sampai tidak bisa berjalan dengan stabil. Hanya setelah mengetahui bahwa Ayahnya telah benar-benar pulih barulah dia bisa berjalan dengan normal kembali.

Setiap hari sebelum Raja Wen mengantarkan makanan untuk Ayahnya, dia akan memeriksa apakah makanan terebut terlalu dingin ataupun terlalu panas, dan apakah makanan tersebut rasanya enak atau tidak.

Setelah Ayahnya selesai makan, dia akan menanyakan perihal makanan apa yang disukai dan apakah Ayahnya itu memiliki selera makan yang sama seperti sebelumnya. Kemudian dia akan menyuruh juru masak untuk memasak tepat sama seperti apa yang disukai Ayahnya. Dia melakukan semua itu setiap hari tanpa pernah absen seharipun.

Konfusius memuji, bakti kepada orangtua, yang dimiliki Raja Wu

Raja Wu. (wikimedia commons)

Putra kedua Raja Wen, Ji Fa, yang kemudian dikenal sebagai Raja Wu dari Zhou, mengikuti jejak langkah Ayahnya dan sangat teliti, bahkan ketika mengurus masalah yang kecil.

Menurut catatan sejarah, suatu kali, Raja Wen sakit, Ji Fa merawatnya dan berada di sisinya siang dan malam, bahkan tanpa sempat berganti baju. Hanya ketika Raja Wen memakan semangkuk penuh nasi, barulah Ji Fa juga akan memakan semangkuk penuh nasi. Jika Raja Wen hanya memakan semangkuk kecil nasi, Ji Fa juga akan hanya memakan semangkuk kecil nasi. Hal ini berlangsung selama 12 hari. Hanya ketika Raja Wen pulih dan kembali sehat, barulah Ji Fa bisa merasa tenang.

Kemudian, ketika Raja Wen mangkat, Raja Wu (Ji Fa) menggantikan posisi Ayahnya, saat itu, Raja Zhou pemimpin Dinasti Shang memerintah dengan sangat kejam dan semua orang mengeluh karenanya. Karena itulah Raja Wu menggulingkan Raja Zhou dan menjadi Kaisar pertama dinasti Zhou. Saudaranya, bangsawan Zhou, meneruskan wasiat Ayahnya dan memimpin dengan kebaikan.

Di masa berikutnya, Konfusius memuji, bakti kepada orangtua yang dimilik Raja Wu dan menjadikannya sebagai sebuah contoh yang layak diikuti oleh semua orang di dunia. (jul)

Sumber: thebl.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds