Erabaru.net. Suatu hari, setelah mengumpulkan kayu bakar dari hutan, Zhao Zan kemudian berjalan pulang. Ibunya saat itu sedang ada di pekarangan dan mempersiapkan semua yang diperlukan untuk memasak makan malam. Tiba-tiba, seekor harimau masuk ke desa dan langsung mengarah ke pekarangan rumah Zan.

Saat itu, Zan baru saja tiba di desa dan semua penduduk berteriak kepadanya, “Jangan pulang ke rumah, seekor harimau baru saja berlari ke arah pekarangan rumahmu!”

Mendengar hal tersebut, Zan langsung terpikir akan keselamatan Ibunya. Dia mengambil sebuah galah dan langsung berlari ke pekarangan rumahnya. Harimau itu ada di sana sedang menggigit Ibu Zan dan membawanya di mulutnya, sekuat tenaga Zan memukuli harimau itu dari belakang.

Pekarangan rumah Zan begitu sempit sehingga harimau itu tidak bisa berbalik sambil menggigit dan membawa seorang manusia di mulutnya, dan dia juga tidak bisa melawan balik. Zan terus memukuli harimau tersebut, sampai akhirnya harimau tersebut melepaskan gigitan terhadap Ibu Zan, dan berbalik untuk menyerang Zan.

Harimau karya Isen’in Hoin Eishin (Musem Walters Art)

Saat itu, para pejabat desa telah mengirimkan beberapa pria pemberani untuk membantu, dan mereka berhasil membunuh harimau tersebut dengan cara memanahnya. Zan dan Ibunya berhasil selamat dari serangan harimau itu.

Kepala desa mendengar tentang keberanian Zan, sekaligus juga rasa bakti kepada Ibunya. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa beraninya Zan menyerang seekor harimau yang sedang menggigit Ibunya, sendirian dan hanya menggunakan galah.

Dia memuji Zan dengan menggantungkan sebuah spanduk di depan rumah Zan. Pada spanduk tersebut terdapat huruf-huruf yakni, “Bakti kepada Orangtua.” Semua penduduk desa sangat senang melihatnya. Standar moral Zan yang tinggi memiliki efek yang besar terhadap seluruh desa, dan semua orang belajar untuk berbakti kepada orangtua dari dirinya. (jul)

Sumber: thebl.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds