Erabaru.net. Pada zaman Dinasti Han, ada seorang jenderal perang yang sudah berusia lanjut, bernama Lin Zhang. Dia sudah pensiun dan sehari-hari, dia akan menghabiskan waktunya dengan menulis puisi, melihat lukisan-lukisan serta pemandangan indah di pegunungan di sekeliling rumahnya. Menjalani hari tua dengan ketenangan dan mengapresiasi karya-karya seni.

Pada suatu siang hari, dia sedang duduk di ruang tengah rumahnya, matanya memandang sekeliling, dan kemudian dia tertarik pada barang-barang yang dipajang di sebuah lemari pajangan disana.

Dia mulai mengambil beberapa barang yang dipajang, dan menikmati semua barang pajangan yang ada disitu, mengagumi karya-karya yang begitu indah, yang benar-benar adalah hiburan untuk mata manusia.

Tiba-tiba dia ingat kembali pada barang-barang berharga yang dia simpan, secara rahasia di ruang tersembunyi, di bawah tempat pajangan. Dia membuka ruang penyimpanan tersebut, ada beberapa kotak disana, kemudian dia mengambil sebuah kotak persegi panjang kecil yang berwarna hitam.

Ilustrasi. Kredit: ninchanese.com

Dia membukanya, isinya ternyata adalah sebuah cangkir giok yang sangat bagus, dia ingat bahwa itu adalah barang yang sangat mahal, mewah dan juga sangat langka, dia mendapatkan cangkir itu sebagai hadiah dari kaisar atas pengabdiannya selama puluhan tahun untuk negara.

Dikisahkan bahwa sang pengrajin hanya membuat 2 buah cangkir giok mewah semacam itu, kini, 1 buah dimiliki oleh kaisar, sedangkan 1 lagi telah menjadi miliknya.

Dia memandangi cangkir itu dengan perasan kagum, puas dan bangga, dia sangat menikmatinya. Cangkir itu ternyata agak licin, tak disangka cangkir itu tergelincir dari tangannya dan terjatuh.

Karena sang jenderal adalah seseorang yang sangat ahli dalam ilmu kungfu, maka refleks tubuhnya juga sangat cepat, segera saja dia menunduk dan dengan gerakan refleks yang cepat menangkap cangkir tersebut.

Jantungnya berdegup agak cepat dan dengan perasaan lega, dia berpikir, “Aduh, untung sempat tertangkap, kalau tidak pasti cangkir ini sudah pecah.”

Ilustrasi. Kredit: wattpad.com

Sekilas dia merasa lega, namun kemudian ketika berpikir lebih jauh dia merasa aneh dan bingung, “Kenapa tadi saya merasa takut kalau cangkir ini akan pecah? Selama puluhan tahun tidak terhitung berapa kali saya maju ke medan pertempuran, mempertaruhkan nyawa, tanpa pernah merasa takut akan kehilangan nyawa, berduel dengan jenderal-jenderal besar musuh juga saya tidak pernah merasa takut sedikitpun.”

Dia berpikir lagi, “Sekarang, hanya sebuah cangkir… Hanya sebuah cangkir yang akan pecah dan saya sampai bisa merasa begitu ketakutan?”

Dia memandangi cangkir itu, dan merasa kalau dia adalah orang bodoh jika sampai begitu ketakutan karena benda itu. Dia tidak perduli lagi, cangkir itu memang hanya ada 2, namun nyawanya hanya ada 1, dia tidak pernah takut akan kehilangan nyawa, jadi bodoh sekali kalau sampai dia merasa takut akan kehilangan sebuah cangkir. Kemudian dia menjatuhkan cangkir itu, cangkir itu jatuh dan pecah, kemudian dia hanya berjalan pergi.

Dalam hidup seringkali kita terlalu berlebihan dalam menilai ataupun menghargai suatu barang, tanpa kita sadari ada banyak hal-hal yang sesungguhnya jauh lebih berharga, seperti misalnya; cinta, perhatian, kasih sayang dan lain-lain, yang terkadang lupa untuk kita hargai. (lpc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds