London – PayPal memblokir dan membekukan akun Tommy Robinson. Rekening aktivis kontroversial Inggris dan kritikus Islam itu, dibekukan dananya selama enam bulan.

Robinson memposting pemberitahuan dari PayPal itu di Facebook. Dia mengatakan akunnya ditutup karena melanggar kebijakan provider.

Robinson menyebut larangan itu sebagai ‘fasisme’. Dia juga mengatakan tidak tahu apa-apa tentang hal itu, sampai dia membacanya di BBC News pada 8 November 2018.

PayPal mengatakan tidak dapat mengomentari pelanggan individu. Tetapi, mereka mengatakan bahwa perusahaan penyedia platform rekening atau dompet online itu secara teratur meninjau rekening dan menutup akun mereka yang melanggar kebijakan.

“Kami tidak mengizinkan layanan PayPal digunakan untuk mempromosikan kebencian, kekerasan, atau bentuk-bentuk intoleransi lainnya yang diskriminatif,” kata juru bicara PayPal, dalam pernyataan tertulis.

Pada bulan September, PayPal mengkonfirmasi bahwa mereka telah memblokir situs InfoWars karena melanggar kebijakan mereka. Founder InfoWars, Alex Jones menuntut dan mengklaim pendapat bias terhadap pandangan konservatif.

Tommy Robinson menggunakan megafon untuk menyemangati para pendukung anti-islam di luar Old Bailey, London, pada 27 September 2018. (Jack Taylor/Getty Images/The Epoch Times)

Robinson, yang nama aslinya adalah Stephen Yaxley-Lennon, adalah aktivis jalanan lama yang mencela ekstremisme Islam dan pengaruh Islam di masyarakat Inggris. Dia sering diberi label ‘sayap kanan’ dan ‘Islamofobia’ oleh para kritikus dan media.

Robinson menolak label ‘paling kanan’, dan mengatakan dia tidak rasis. Dia mengatakan tidak memiliki masalah dengan individu muslim. Akan tetapi, dia memiliki hak untuk mengkritik doktrin-doktrin Islam dan untuk menyoroti, bahwa berdasarkan interpretasi ilmiahnya, ajaran syariah bertentangan dengan nilai-nilai Barat.

Nama Robinson melejit ke dunia internasional awal tahun ini, ketika dia dipenjara karena diduga melanggar perintah pengadilan. Dia dianggap menghina atau mengganggu pengadilan ketika live report ketika sidang ‘anak punk’. Putusan itu dibatalkan saat banding, dan Robinson dibebaskan. Kasus itu kini sedang di kaji oleh jaksa agung Inggris.

Robinson juga sudah diblokir dari Twitter. Dia mengklaim keputusan PayPal adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menutupnya.

“Ini hanyalah fasisme. Saya memiliki pendapat politik yang berbeda. Saya melaporkan berita dan fakta dan cerita yang media tidak ingin liput,” kata Robinson dalam sebuah video yang diposting ke Facebook, di mana dia memiliki lebih dari 1 juta pengikut.

Dia mengatakan bahwa, “Perusahaan-perusahaan ‘Big Tech’ bersekongkol bersama, untuk membungkam dan mengendalikan apa yang Anda dengar.”

“Mereka tidak ingin Anda mendengar, Anda mengetahui kebenaran, fakta, kisah alternatif. Mereka ingin memberi tahu Anda siapa saya, apa yang saya kira, apa pandangan saya, daripada membuat Anda dapat mendengarkan langsung dari saya sendiri.”

Robinson mengatakan bahwa PayPal tidak memberinya alasan khusus untuk blokir dan larangan tersebut.

Papan nama di luar markas PayPal di San Jose, California, Amerika Serikat, Pada 30 Agustus 2016. (Jeff Chiu/AP Photo/The Epoch Times)

“Kami tidak mengambil keputusan seperti ini dengan mudah, dan kami bekerja keras untuk bersikap keras dan adil ketika meninjau akun PayPal. Menciptakan keseimbangan yang diperlukan antara menegakkan kebebasan berekspresi dan membuka dialog serta melindungi prinsip-prinsip toleransi, keragaman, dan menghormati semua orang adalah tantangan yang dihadapi banyak perusahaan saat ini,” PayPal mengatakan dalam pernyataannya.

Pada usia 21, Robinson menjadi aktivis jalanan di kota kelahirannya, Luton, yang kemudian diidentifikasi sebagai titik panas bagi ekstremisme Islam dengan kaitan dengan serangan teror, termasuk pemboman London pada 7 Juli 2005.

Dia mengaku difitnah karena ‘membunyikan alarm’ pada isu-isu yang kemudian menjadi masalah yang sebenarnya, seperti keberadaan geng-geng dan pengkhotbah ekstremis yang didominasi Muslim.

Robinson mendirikan English Defence League (EDL) pada tahun 2009, yang menarik anggotanya dengan pandangan ekstrem kanan-jauh. Dia meninggalkan organisasi itu setelah empat tahun. Dia kemudian bergabung dengan Pegida UK, sebuah organisasi anti-Islam.

Robinson mengklaim bahwa miliarder George Soros adalah salah satu elemen di balik penutupan PayPal. SumOfUs, yang didanai oleh organisasi yang didirikan Soros dengan ‘isi dompet’ tahunan $ 4 juta, telah melobi PayPal sejak Juli untuk memblokir Robinson, yang kemudian mendapatkan 64.000 tanda tangan dalam petisi online.

Tom Barns, Manajer Kampanye di SumOfUs mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Pemroses pembayaran lainnya harus memperhatikan mereka tidak dapat bersembunyi di balik nuansa netralitas sementara diam-diam bertindak sebagai sponsor perusahaan untuk fasis seperti Tommy Robinson.”

Banyak pengguna media sosial mengkritik keputusan PayPal. Dalam 24 jam, posting Facebook PayPal yang tidak terkait telah dibanjiri oleh lebih dari 1.500 komentar kritis. Sebagian besar mengatakan bahwa mereka sudah dan akan menutup akun PayPal.

Salah seorang netizen menulis di Twitter, “Saya bukan penggemar Tommy Robinson, tetapi aneh bagaimana Anda dapat membeli hal-hal yang ofensif/berbahaya tertentu secara online dan PayPal akan dengan senang hati melakukan transaksi—senjata, buku pidato kebencian, bendera Hizbullah, apa saja.” (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular