BEIJING — Seorang pejabat senior di departemen perdagangan lokal salah satu kota yang paling bergantung perdagangannya dengan AS telah dipecat karena telah memalsukan data dengan menggelembungkan angka ekspor, sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap pemalsuan data ekonomi yang dimulai tahun lalu.

Liu Yuhong telah menyalahgunakan kekuasaannya dengan memalsukan data ekspor ketika dia menjadi wakil direktur departemen perdagangan Zhongshan, menurut pernyataan di situs web pengawas anti-korupsi kota. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan periode waktu sejak kapan data itu dipalsukan.

Liu, yang telah menjabat sebagai wakil kepala departemen antara Agustus 2014 dan Desember 2017, dipindahkan ke tugas lain dalam departemen tersebut pada bulan Desember tahun lalu, menurut pernyataan 9 November.

Ekspor-ekspor dari Zhongshan, salah satu dari kota yang paling bergantung pada perdagangan di provinsi Guangdong pusat ekspor Tiongkok, telah jatuh hampir 20 persen untuk tiga kuartal pertama tahun ini. Dibandingkan dengan kenaikan 0,4 persen untuk seluruh Guangdong.

Amerika Serikat telah mengenakan bea tambahan sebesar 10 persen hingga 25 persen atas barang-barang Tiongkok senilai $250 miliar tahun ini sebagai hukuman atas apa yang ia sebut sebagai praktik-praktik perdagangan tidak adil negara Tiongkok; tarif 10 persen akan meningkat menjadi 25 persen pada bulan Januari.

Lebih dari 70 persen ekspor dari Zhongshan adalah mesin yang ada di dalam daftar tarif AS.

Di tingkat nasional, ekspor sangat kuat karena perusahaan terus-menerus mengeluarkan pengiriman untuk mengalahkan tarif AS yang akan dimulai pada awal tahun baru. Namun para analis memperingatkan pengiriman-pengiriman bisa turun tajam awal tahun depan jika AS melakukan tindakan bea tarif yang lebih tinggi.

Survei-survei pabrik telah menunjukkan pesanan-pesanan luar negeri untuk barang-barang Tiongkok telah menyusut selama beberapa bulan berturut-turut. Nilai pesanan ekspor ke Amerika Serikat yang ditandatangani pada pekan perdagangan terbesar Tiongkok yang berakhir pekan lalu telah turun 30,3 persen pada tahun ini. (ran)

Rekomendasi video:

Akibat Perang Dagang, Tiongkok Turunkan Standar Pengendalian Polusi

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds