Erabaru.net. Di sebuah desa hiduplah seorang pendeta. Suatu hari ketika dia menguap tiba-tiba sehelai bulu burung gagak terbang ke mulutnya dan tersangkut di tenggorokannya.

Pendeta itu mencoba untuk meludahkannya dan setelah beberapa kali mencoba, bulu itupun keluar. Pendeta terkejut ketika melihat bahwa bulu burung yang masuk ke mulutnya adalah bulu burung gagak. Dia bertanya-tanya bagaimana seekor burung yang jarang terlihat di desa di wilayahnya, bisa tiba-tiba muncul bulunya dan bahkan masuk ke mulutnya.

Ilustrasi. Kredit: thealbanian.co.uk

Segera dia sampai di rumah dan memberi tahu istrinya, “Hari ini bulu seekor burung gagak masuk ke mulut saya, dan saya berhasil mengeluarkannya.”

Istrinya bingung tapi sebelum dia bisa bertanya apa-apa, pendeta berkata, “Jangan beritahu orang lain tentang hal ini karena orang mungkin menganggapnya sebagai pertanda buruk.”

Istrinya setuju, namun lama kelamaan, dorongan keinginan sang istri untuk menceritakannya kepada orang lain mulai menyulitkannya. Dia bahkan tidak enak tidur, kemudian berkata dalam hati, “Saya harus menceritakannya kepada seseorang…”

Keesokan harinya di pagi hari dia menemui tetangganya dan berkata, “Saya mengetahui sesuatu hal yang penting, tapi saya tidak bisa mengatakannya kepada siapapun. Jika saya beritahu Anda, dapatkah Anda merahasiakannya?”

Tetangganya menjawab, “Tentu saja, Anda bisa memberitahu saya, saya akan menyimpannya untuk diri sendiri.”

Istri pendeta menceritakan seluruh ceritanya dan mengatakan kepadanya bahwa dia khawatir jika kejadian itu adalah pertanda buruk.

Tetangganya menjawab, “Jangan khawatir, hal seperti itu sering terjadi.”

Setelah istri pendeta pergi, si tetangga terlalu senang dengan kabar yang baru saja didengarnya dan berpikir, “Saya harus menceritakannya pada seseorang…”

Begitu dia mendapat waktu luang. Dia pergi ke rumah temannya. Dia berkata, “Apakah Anda sudah mendengar kabar tentang pendeta di desa kita?”

Temannya menjawab, “Belum, apa itu?”

Si tetangga berkata, “Saya akan memberitahu Anda tapi Anda harus merahasiakannya.” Dan kemudian dia menceritakan keseluruhan ceritanya.

Temannya setuju untuk merahasiakannya dan menjawab, “Sungguh aneh..terutama karena kita tahu bahwa pendeta adalah vegetarian yang sangat ketat menjalankan disiplin agama.”

Begitu tamunya pergi. Dia pergi ke tetangganya dan mengatakan kepadanya bahwa, “Seekor gagak keluar dari mulut pendeta..”

Ilustrasi. Kredit: vebma.com

Segera cerita itu tersebar di seluruh desa. Kisah itu berubah dari “satu bulu menjadi ratusan burung gagak yang keluar dari mulutnya..!!”

Banyak orang memadati rumah pendeta untuk melihat keajaiban ini.

Sang pendeta bersikeras kepada mereka bahwa tidak ada burung apapun yang keluar dari mulutnya namun tidak ada yang mendengarkannya.

Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan desa karena gosip itu.

Gosip bisa menimbulkan masalah besar bagi kehidupan seseorang. Kita harus menghindari gosip dan tidak ikut menyebarkan gosip yang tidak benar.

Jika Anda ingin agar suatu rahasia tetap menjadi rahasia, maka jangan pernah beritahu siapapun tentang rahasia itu. Jika Anda tidak dapat menyimpannya untuk diri sendiri bagaimana mungkin Anda mengharapkan orang lain untuk bisa menyimpannya! (sc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular