Erabaru.net. Seorang gadis kecil bernama Caca, berusia 6 tahun, adalah seorang anak yang manis dan patuh pada orangtuanya.

Suatu hari dia melihat seorang pedagang di pasar menjual perhiasan imitasi, dia tertarik melihat sebuah kalung mutiara yang terbuat dari plastik.

Caca segera meminta kepada Ibunya untuk dibelikan kalung tersebut.

Ibunya setuju, namun dengan syarat, Caca harus melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga. Caca menyanggupinya dan dengan rajin melakukan pekerjaan rumah tangga membantu Ibunya.

Sang Ibu membelikannya kalung yang dia minta, dan Caca dengan senang memakai kalung tersebut setiap hari.

Ilustrasi. Kredit: My Cupcake Inspiration

Setiap hari Caca akan memakai kalung tersebut bahkan dia juga akan membawanya saat tidur.

Suatu hari sebelum tidur, Ayahnya duduk di samping ranjangnya, dan mengatakan bahwa dia ingin meminta kalung mutiara yang sangat disukainya.

Caca menjawab, “Ayah, tolong jangan ambil kalungku, ambil saja bonekaku yang baru Ayah belikan, tapi jangan kalung mutiaraku, aku sangat suka kalung ini.”

Sang Ayah menjawab, “Tenang Caca, tidurlah nak, Ayah tidak akan mengambilnya.”

Keesokan harinya sebelum tidur, sang Ayah kembali mengulangi pertanyaannya, dan lagi-lagi Caca tidak mau memberikan kalungnya.

Sampai suatu malam, ketika Caca sangat mengantuk, dalam keadaan setengah sadar dia masih berkata, “Ayah, jangan ambil kalungku…” lalu dia tertidur.

Saat itu Ayahnya mengeluarkan sebuah kalung mutiara asli dari kantungnya, dan dengan diam-diam berusaha mengambil kalung di leher Caca, untuk ditukarnya.

Saat kalung itu diambil dari lehernya, Caca langsung terbangun, “Ayah, apa yang Ayah lakukan?”

“Oh, ini nak, kalungmu terjatuh” kata sang Ayah sambil memberikan kalung mutiara yang asli.

Ilustrasi. Kredit: brighton.com

Melihat kalung mutiara asli yang berkilau sangat indah, Caca senang sekali dan berulangkali berterima kasih kepada Ayahnya.

Tuhan ingin kita melepas dan menyerahkan semua barang palsu dan murahan yang kita pegang dengan sangat erat dalam hidup kita. Itu bisa berupa kebiasaan buruk, kebencian, pikiran negatif, dan sebagainya. Dia akan memberi kita hal-hal asli yang benar-benar bagus, setelah kita mau melepaskan yang palsu! (sc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds