Oleh: He Cijiang

Sejumlah racun dalam darah seharusnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin, tetapi ketika pasien ginjal tidak bisa mengeluarkan racun ini, maka mereka perlu bantuan dengan dialisis.

Namun, cuci darah pada umumnya hanya bisa dicuci tiga kali seminggu, hanya untuk membantu sebagian kecil fungsi ginjal saja, fungsi ginjal lainnya tidak dapat sepenuhnya digantikan dengan dialisis, sehingga pasien dialisis akan menderita banyak komplikasi, termasuk kaki kram, gatal-gatal pada tubuh dan lain sebagainya.

Kondisi setiap pasien berbeda, resep yang digunakan untuk dialisis juga berbeda, dan tubuh kemungkinan dapat bereaksi berbeda pula. Karena dialisis dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, sejumlah pasien ingin setiap kali dialysis waktunya dikurangi satu jam dan dialysis diputuskan ditengah jalan, hal ini tidak dapat dilakukan. Jadi apa yang harus diperhatikan saat proses pencucian ginjal?

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pasien dialisis

1. Dialisis harus dilakukan secara jangka panjang dan teratur

Tidak bisa hari ini dialisis dan kali berikutnya tidak, jika demikian maka racun tidak akan cukup dibersihkan.

2. Setiap kali dialisis harus dicuci sampai bersih

Biasanya diperlukan waktu tiga atau empat jam untuk mencuci ginjal. sejumlah pasien berkata, “Dokter, apakah untuk saya bisa mencucinya hanya dua jam saja?”

Apabila tidak dicuci dengan bersih, racun dalam darah secara perlahan akan menumpuk, dan gejalanya akan menjadi semakin parah. Itu sebabnya, saya menyarankan dialisis harus dijamin dicuci sampai benar-benar bersih, akses vaskular harus baik/lancar, dan waktu dialisis harus mencukupi.

3. Perhatikan pola makan sesuai dengan kondisi Anda sendiri

Makanan pasien dialysis adalah sangat spesifik. Termasuk perhatikan pada kandungan potasium dan fosfor didalam makanan, perhatikan asupan protein.

Selain itu, banyak pasien dialisis memiliki nafsu makan yang buruk dan kekurangan gizi, bersamaan dengan melakukan diet, asupan nutrisi juga harus dicukupi.

4. Minum sedikit air, hindari membebani tubuh

Banyak pasien dialisis tidak bisa buang air kecil. Jika pasien mencuci ginjal pada hari Senin, Rabu dan Jumat, dan tidak mencuci pada hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu, maka dihari-hari tersebut harus sangat berhati-hati dengan makanan.

He Cijiang selaku Direktur Departemen Nefrologi, Profesor tetap, Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat (Epochtimes.com)

Karena air yang Anda minum akan terakumulasi di dalam tubuh, jika Anda minum terlalu banyak, pada saat berikutnya Anda mencuci ginjal, maka harus mengeluarkan semuanya, dan tubuh tidak bakal tahan.

Misalnya, jika Anda minum 3 atau 4 pon air (1,2 – 1,8 liter) dan perlu mengeluarkannya dari tubuh Anda dalam tiga jam, maka Anda akan merasa sangat tidak nyaman. Tekanan darah akan turun dan banyak gejala akan muncul. Karena itu, asupan air harus dikontrol dengan sangat ketat.

Apakah dialisis berbahaya?

Secara umum, dialisis termasuk cukup aman. Ia juga memiliki bahaya tertentu yang terkait dengan kondisi pasien dialisis itu sendiri. Sebagai contoh, jika jantung pasien tidak baik, maka dalam proses dialysis kemungkinan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan, tetapi  ini jarang terjadi.

Kondisi fisik sebagian besar pasien relatif stabil, saya memiliki banyak pasien yang telah di-dialisis selama lebih dari 10 tahun dan 20 tahun tanpa ada masalah.

Ada yang bertanya berapa lama harapan hidup rata-rata pasien setelah dialisis. Ini harus dilihat dahulu apa penyebab dari penyakit ginjalnya tersebut.

Jika berasal dari nefropati diabetik, ia mungkin memiliki harapan hidup yang agak pendek. Jika itu adalah nefropati glomerular primer, maka harapan hidupnya lebih lama.

Mengapa nefropati diabetik dapat memengaruhi harapan hidup? Karena diabetes tidak hanya dapat menyebabkan komplikasi penyakit ginjal, tetapi juga dapat menimbulkan masalah di bagian lain tubuh seperti jantung.

Tubuh manusia merupakan sebuah kesatuan, jika ginjal Anda tidak baik, maka hal itu akan meningkatkan beban dan kerusakan pada organ lain.

Jika ada banyak cedera di organ lain, dan ditambah lagi dengan kerusakan ginjal, bahkan kerusakan pada beberapa organ maka akan merepotkan. Secara relatif, pasien seperti itu akan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. (hui/whs/asr)

*Oleh: He Cijiang (Direktur Departemen Nefrologi, Profesor tetap, Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat)

Artikel Ini Diterbitkan di Epochtimes Indonesia Edisi 578

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular