Oleh : Iswahyudi

Borobudur adalah mahakarya terbesar dari salah satu dinasti kerajaan yang ada di Nusantara. Ia mulai dibangun sekitar abad VIII masehi oleh wangsa Syailendra (satu millenium  sebelum kelahiran bangsa Indonesia yang belum genap seabad). Diperkirakan membutuhkan waktu 75 – 100 tahun untuk membangun situs candi Buddha terbesar di dunia ini.

Borobudur hadir menginspirasi bangsa-bangsa di Nusantara sekitar abad VIII – XV Masehi, berakhir pasca keruntuhan kerajaan Nusantara 2 yaitu Majapahit. Hampir tiga abad lamanya situs bernilai itu terkubur oleh debu vulkanik merapi, semak belukar dan hutan. Dan Nyaris terlupakan oleh sejarah.

Beruntung seorang Gubernur Inggris di Hindia Belanda bernama Thomas Stanford Raffles menemukan Situs borobudur tersebut pada tahun 1814. Ia pun memerintahkan arkeolognya untuk melakukan penelitian dan  pemugaran. Akhirnya  pada masa Presiden Soeharto dilakukan pemugaran besar-besaran lewat bantuan UNESCO sehingga bisa dilihat seperti sekarang ini.

Penemuan Candi Borobudur bisa diartikan sebagai berkah warisan nenek moyang Nusantara yang tak ternilai bagi bangsa Indonesai dan Dunia. Ini menyingkirkan satu anggapan orang zaman modern bahwa zaman kuno adalah zaman yang tak berbudaya.

Penemuan Borobudur menegaskan bahwa orang zaman kuno ternyata lebih civilized, genius dan holistik dalam memahami kehidupan.

Borobudur pada Masanya”. Lukisan G.B. Hooijer (1919), Tropenmuseum

Sebuah candi yang sangat megah tanpa semen sebagai perekat dan mendokumentasikan sebuah konsepsi orang zaman dahulu mengenai alam semesta, bumi dan perjalananan manusia menuju kesempurnaan/pencerahaan.

Banyak para ahli Arkeologi terkagum-kagum tentang arsitekturnya, pertimbangan astronomisnya dan misteri arsitek-nya. Juga secara ilmu matematika moderen pembangunan borobudur sempurna secara geometris.

Bila dilihat dari atas, denah candi borobudur terlihat seperti mandala, sebuah gambar berbentuk bujur sangkar dan lingkaran dengan pola-pola misterius yang biasa digunakan oleh orang-orang Kuno tatkala berhubungan dengan langit. Juga ada ahli Arkeolog yang mengatakan bahwa di sekitar Borobudur dulunya ada danau Purba dan Borobudur di tengahnya yang kalau dilihat dari atas mirip sekali dengan bunga Lotus atau Teratai.

Yang mana bunga lotus dalam terminologi budhisme dan hinduisme sebagai bunga yang sakral dan penuh makna sebagai lambang pencerahan di tengah dunia yang penuh Lumpur, sebagaimana bunga lotus hidup di lumpur namun tetap menghasilkan bunga yang sangat Indah dan menginspirasi.

Share

Video Popular