Erabaru.net. Semakin banyak penduduk Swedia telah memulai proses menanamkan microchip ke dalam tubuh sejak pemerintah memperkenalkan teknologi ini pada 2015. Secara resmi sejak bulan Mei 2018, warga Swedia semakin aktif menjalani prosedur implantasi microchip untuk menggantikan akses dan identifikasi dengan kartu dan kunci elektronik dalam urusan sehari-hari. 

(Foto: Daily Mail)

Sebelumnya, hanya 100 orang menggunakan teknologi implan microchip yang diletakkan di tengah-tengah tangan di antara ibu jari dan telunjuk. Sekarang jumlah orang Swedia dengan implan microchip telah mencapai 4.000 orang dan terus meningkat.

(Foto: sandra_wuerthner / Instagram)

Kegunaan utama microchip ini adalah sebagai berikut:

1. Menggantikan dompet elektronik, kartu bank dan berbagai kartu kunci elektronik. Dengan microchip ini, Anda hanya perlu menyentuh tangan pada terminal sentuhan di semua akses dan identifikasi.

2. Chip ini sangat kecil sebesar butiran beras.

3. Biaya chip dan prosedur implan adalah sekitar 2,6 juta rupiah. Sekarang ada perusahaan di Swedia yang menawarkan layanan ini untuk karyawan.

4. Chip ini tidak memiliki sensor GPS, jadi orang tidak perlu khawatir akan diikuti dan diawasi.

5. Chip ini akan berfungsi dan dapat membaca data hanya jarak beberapa sentimeter. Jadi semua informasi dan data pemilik aman dan sangat sulit untuk dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

6. Chip ini bersifat pasif hanya menyimpan informasi pemilik. Tidak dapat mengakses informasi pemilik lain atau perangkat yang tidak terkait.

(Foto: Daily Mail)

Para ilmuwan mengatakan perangkat microchip ini membuka era baru dunia digital kepada pengguna, khususnya masyarakat Swedia. Ini menyederhanakan cara dan kehidupan sehari-hari manusia.

Microchip tidak bisa dilihat

(Foto: maleneanthony / Instagram)

Jika tangan ditekan, kelihatan seperti ini.

(Foto: sandra_wuerthner / Instagram)

Dipindai dalam X-rays.

(Foto: datmimeguy / Instagram)

Penemuan terbaru ini memang memudahkan hidup seseorang tetapi mendapat kritikan banyak orang karena tidak ada jaminan data pribadi pemilik di microchip dirahasiakan dan terjaga.

Tidak ada jaminan, jika microchip ini memiliki fungsi tersembunyi yang dapat dimodifikasi untuk menjadi pelacak GPS. Tidak mustahil jika perusahaan ingin karyawannya menanamkan microchip ini, dan mereka dapat mengaktifkan fungsi GPS untuk mengontrol karyawan.(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular