Erabaru.net. Sekitar setahun yang lalu, salah satu video YouTube yang paling viral keluar di Meksiko. Seperti yang pasti banyak orang ingat, itu adalah “Pernikahan paling menyedihkan di Meksiko”. Banyak kontroversi yang muncul di sekitar kesedihan dan sikap apatis pasangan tersebut, dan teori-teori tentang hal itu tidak ada habisnya untuk dibahas.

(Foto: Isaias Lopez / YouTube)

Untuk sebagian besar orang, semua ketidaksenangan anak-anak muda adalah pernikahan yang diatur, seperti banyak yang terjadi di beberapa wilayah di Meksiko. Namun, tidak diketahui di mana tempat pernikahan itu berlangsung, siapa pasangan muda itu dan kondisi di mana mereka menikah. Itulah sebabnya hari ini, kami ingin memberi Anda sedikit lebih banyak rincian tentang hal itu.

(Foto: Isaias Lopez / YouTube)

Sebuah tim dari televisi Univision, berhasil menemukan beberapa petunjuk tentang di mana “Pernikahan paling menyedihkan di Meksiko” telah dirayakan, dan mereka berbagi beberapa rincian.

Segala sesuatu terjadi di negara bagian Guerrero, khususnya di kotamadya Tlacoachistlahuaca, di mana, sayangnya saat ini, beberapa kebiasaan budaya Mixtec dan Amuzga masih bertahan, yang memaksa wnita muda untuk menikah.

(Foto: Isaias Lopez / YouTube)

Pernikahan itu diadakan pada 25 November 2017, di sebuah kota kecil bernama Guerrero Rancho Viejo, yang dihuni tidak melebihi 1000 jiwa. Staf Univision juga dapat menemukan bahwa pesta sedih itu diadakan di area olahraga kota, tepatnya di sebuah lapangan basket yang dikondisikan.

Karena keluarga dari pasangan tersebut dan juga pasangan muda itu menolak memberikan pernyataan apa pun kepada staf Univisión, para wartawan berhasil menemui walikota kotamadya Tlacoachistlahuaca, Juan Carmona.

Pria ini menjelaskan bahwa, meskipun dia tidak dapat mengklaim bahwa ini adalah apa yang terjadi, itu bukanlah yang pertama atau satu-satunya kasus pernikahan paksa, di mana gadis-gadis muda dijual dengan kejam oleh orangtua mereka.

Ilustrasi. (Foto: Tinnakorn jorruang / Shutterstock.com)

Carmona menegaskan bahwa, baik di Rancho Viejo, dan di wilayah lain di kotamadya, adalah umum bahwa, karena tradisi Mixtec dan Amuzga, wanita itu dijual kepada seorang pria (suami) dengan sejumlah besar uang dan barang-barang lainnya. Bahkan, dia juga mengatakan bahwa wanita berusia 12 tahun dapat dijual seharga lebih dari 200 juta rupiah dan bahwa wanita yang lebih tua menjadi lebih murah, semakin sedikit mereka membayar orangtua mereka untuk perjodohan.

Meskipun pada abad milenia sekarang ini perilaku seperti ini kelihatannya gila, ini benar-benar benar dan merupakan fenomena yang terjadi di beberapa tempat di Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya. Faktanya, PBB telah melakukan berbagai penyelidikan atas pernikahan paksa dan, menurut kesaksian seorang wanita pribumi dari Guerrero, perempuan menjadi bagian dari suami begitu mereka membelinya.

Ilustrasi. (Foto: asiandelight / Shutterstock.com)

Perempuan yang menikah dalam perjodohan dipaksa untuk mempertahankan kehidupan seksual yang aktif dengan suami mereka, dipermalukan, dikhianati dan bahkan dipukuli ketika mereka tidak patuh.

Perkawinan adalah keputusan yang hanya menyangkut mereka yang tertarik untuk membangun ikatan dan merupakan pelanggaran yang terus dilakukan oleh orangtua untuk melakukan pemaksaan semacam ini.(yant)

Sumber: fabiosa.es

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular