Rio de Janeiro – Kapal selam Angkatan Laut Argentina ditemukan pada 17 November 2018 di bawah permukaan air Samudra Atlantik. Kapal selam ditemukan setahun dua hari setelah menghilang.

The Seabed Constructor, sebuah kapal yang dimiliki oleh Ocean Infinity yang berbasis di Amerika Serikat, adalah kapal yang berhasil menemukan kapal selam yang hilang itu.

“Kapal Ocean Infinity memutuskan untuk melakukan pencarian baru dan, terima kasih kepada Tuhan, mereka dapat menemukan zona itu,” kata juru bicara angkatan laut, Rodolfo Ramallo kepada Todo Noticias TV, dikutip dari AFP.

“Sekarang bab lain terbuka. Dari analisis keadaan di mana kapal selam telah ditemukan, kita akan melihat bagaimana cara mengevakuasinya.”

Ocean Infinity telah terlibat dalam sejumlah pencarian berprofil tinggi yang sulit dan rumit. Kapal itu juga terlibat melakukan pencarian untuk pesawat Malaysia Airlines Flight MH370 yang hilang, menurut situs web perusahaan.

Angkatan Laut Argentina menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal itu ditemukan pada kedalaman 2.620 kaki (800 meter). Kapal selam ARA San Juan, menghilang sekitar 270 mil (430 kilometer) dari pantai Argentina pada 15 November 2017.

Kapal selam militer Argentina ARA San Juan dan kru bersiap meninggalkan pelabuhan Buenos Aires, Argentina, pada 2 Juni 2014. (Armada Argentina/Handout via Reuters)

Semua dari 44 orang di dalam kapal selam itu dipastikan tewas, seperti yang diperkirakan karena lamanya kapal selam itu hilang. Kerabat kru kembali menunjukkan rasa duka, walau upaya evakuasi masih belum selesai.

“Kami telah menemukan mereka,” kata Jorge Villarreal, ayah satu anggota awak, kepada stasiun radio setempat, seperti dikutip dari Reuters.

“Sekarang kita akan mencari kebenaran. Bagi kami, ini adalah awal dari babak baru.”

Luiz Tagliapietro, ayah salah satu pelaut mengatakan kepada stasiun radio lokal delapan hari setelah laporan hilang kontak tahun lalu, bahwa para pejabat mengindikasikan semua orang di kapal selam telah meninggal.

“Bos putra saya menegaskan bahwa mereka semua mati. Tidak ada manusia yang selamat dari itu,” katanya. “Mereka semua mati. Saya tidak bisa banyak bicara. Mereka menelepon saya 15 menit yang lalu untuk memberi tahu saya bahwa kapal itu meledak.”

Tepat sebelum menghilang, seorang awak mengirim pesan aneh, mempertinggi misteri seputar hilangnya kapal selam. Selain itu, pesan terakhir yang dikirim dari kapal, adalah laporan kebakaran di dalam kapal karena baterai sirkuit mengalami arus pendek.

Bersamaan dengan kebakaran, kapten mengatakan air bocor ke sistem ventilasi melalui snorkel kapal.

“Air mencapai baki sambungan baterai di haluan dan menyebabkan arus pendek dan memicu kebakaran, atau asap tanpa api,” kata Enrique Balbi, juru bicara Angkatan Laut Argentina.

“Mereka harus mengisolasi baterai secara elektrik dan terus berlayar di bawah air ke Mar del Plata menggunakan sirkuit baterai yang lain.”

Angkatan Laut Argentina juga mengatakan ledakan dilaporkan terjadi dekat tempat kapal itu lenyap. Mereka diberitahu tentang ledakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, yang menggambarkan ledakan itu sebagai suara yang tidak wajar.

Para pejabat mengatakan bahwa kapal selam itu tidak dipersenjatai dengan senjata nuklir. Ledakan itu diyakini tidak melibatkan senjata. Upaya pencarian internasional diluncurkan untuk menemukan kapal selam, tetapi tidak membuahkan hasil dan kemudian secara bertahap dikurangi serta dihentikan. (ZACHARY STIEBER/NTD News/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

Share

Video Popular