- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mantan Pelaut Gaek Ini Mengatakan Bahwa Falun Dafa telah Memberinya Kekuatan untuk Menghadapi Tantangan Hidup

Erabaru.net. Belas kasih dan ketenangan batin tidak hanya perihal pergi ke tengah hutan ataupun berlibur ke suatu tempat yang jauh, karena seseorang juga bisa mendapatkan semua itu di tengah situasi kehidupan yang melelahkan dan menantang.

Berikut ini adalah kisah seorang mantan pelaut dari India yang petualangan spiritualnya dalam meditasi Falun Dafa, telah membuka matanya dan mengantarkannya ke lautan kebahagiaan dan belas kasih. “Pertumbuhan spiritual adalah esensial bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Temui Sanjiv Bhalla, 59 tahun, seorang mantan pelaut yang sekarang bekerja sebagai ahli coding. Dia membagikan masa-masa berharga dalam perjalanan hidupnya, dalam wawancara dengan NTD India.

[1]
Sanjiv Bhalla (kanan), seorang ahli coding yang tinggal di Bangalore, bersama istri dan putranya. (Kredit: Veeresh M. Honnihal)

“Masa kecil saya dihabiskan di tengah pesawat udara karena Ayah saya berkarir di Angkatan Udara. Saya mendapatkan pengalaman untuk mengunjungi berbagai daerah berbeda di seluruh India dari sejak usia dini. Seharusnya saya bekerja di dekat pesawat udara, namun saya justru memilih kapal laut dan menghabiskan 14 tahun melayari tujuh samudera,” kata Bhalla.

Dia ingat bahwa berlayar mengelilingi lautan di seluruh dunia penuh dengan hal-hal petualangan dan tantangan. Sementara dia mendapat berkah karena mengalami berbagai hal yang menyenangkan, di sisi lain dia juga mengalami masa-masa yang mengancam bagi jiwanya. “Bayangkan bertahan hidup di tengah badai topan yang terjadi selama 3 hari di Laut Cina Selatan, dan selamat dari ledakan di atas kapal di pelabuhan New York,” katanya.

Akhirnya, setelah 14 tahun pekerjaan yang sangat melelahkan, kesehatan Bhalla mulai terpengaruh. “Saya menderita dua dislokasi tulang belakang yang rasa sakitnya tidak bisa saya jelaskan, dan akhirnya, saya mengucapkan selamat tinggal kepada lautan luas yang luar biasa, dan menetap di Bangalore, India,” katanya.

Saat itulah Bhalla mulai belajar coding, namun bekerja dengan waktu yang panjang di depan komputer tidak mudah. Dia ingat bagaimana dia harus sering memakai pendukung leher untuk meringankan sakit leher yang dia alami karena spondilitis akut.

“Rasa sakit mendatangkan manfaat. Rasa sakit akan mendorong Anda untuk menanyakan pertanyaan yang mungkin tidak pernah terpikirkan jika Anda selalu sehat. Saya juga sama, saya mencoba banyak latihan spiritual, menjalani hidup bersama fisioterapi, yoga, dan banyak latihan lainnya untuk mengendalikan rasa sakit saya” katanya. “Namun tidak ada satupun yang bisa menghilangkan rasa sakit tersebut secara permanen sampai saya bertemu dengan sebuah latihan spiritual Tiongkok kuno, yaitu Falun Dafa, atau disebut juga Falun Gong.”

“Seorang asing datang ke kelas Taichi yang saya ikuti, dan mengajak saya pergi ke taman dimana ada beberapa orang yang sedang berlatih Falun Gong, saya tidak pernah bertemu dengan orang itu lagi, namun apa yang telah dia kenalkan kepada saya, akhirnya mengubah kehidupan saya.”

[2]
Bhalla sedang berlatih meditasi perangkat latihan Falun Dafa ke-lima, di Taman Cubbon, Bangalore. (Kredit: Veeresh M. Honnihal)

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sistem latihan spiritual kuno, yang terdiri atas lima set latihan yang lembut, dengan tiga prinsip ajaran utama yakni, sejati, baik, dan sabar. Bhalla mengatakan bahwa dia mulai berlatih Falun Dafa secara rutin, baik sendiri di rumah, maupun di taman bersama para praktisi lain.

“Latihan sederhana ini bisa dilakukan dimana saja. Tidak ada aturan perihal waktu dan tempat, jadi latihan ini sangat nyaman saya lakukan,” katanya

“Saat itu adalah pada tahun kedua perjalanan saya bersama Falun Dafa ketika keajaiban terjadi. Apa yang terjadi hari itu seolah muncul dari buku fiksi—rasanya sulit dipercaya! Selama latihan perangkat ke-dua Falun Dafa, saya merasakan arus energi yang sangat besar, dan seluruh tubuh saya bergetar. Saya mendengar suara gemeretak di leher saya dan sejak itu tidak pernah memakai penyangga leher lagi. Sejak itu saya juga tidak pernah mengunjungi dokter lagi. Spondilitis akut yang saya derita di leher sembuh, dan tulang belakang saya tidak pernah mengalami dislokasi lagi,” katanya mengingat.

[3]
Bhalla sedang berlatih latihan Falun Dafa perangkat ke-dua. (Kredit: Veeresh M. Honnihal).

Sudah delapan tahun sejak peristiwa itu terjadi, dan Bhalla menjelaskan bahwa dirinya kini sudah jauh lebih sehat, namun, dia menekankan bahwa “Hanya melakukan latihan gerakan saja tidak cukup. Sangat penting bagi seseorang untuk menjalani hidup sesuai prinsip sejati, baik, dan sabar.”

“Mungkin kita berpikir bahwa mudah saja menerapkan prinsip moral sejati, baik, dan sabar dalam bersikap kepada orang lain, namun ternyata, untuk berhasil selalu menerapkan prinsip ini adalah tugas untuk tingkat manusia super. Saya seringkali gagal, namun ketika saya berhasil, saya menyadari kekuatan dari mengatasi konflik dengan menggunakan solusi kebajikan. Hasil yang muncul jika kita menyelesaikan konflik dengan solusi kebajikan adalah sangat luar biasa, dan tak terduga.”

“Setelah saya mulai berlatih, istri saya berkomentar, ‘Kamu telah menjadi seorang yang lebih baik.’ Bagi saya itu sungguh luar biasa. Saya menyadari bahwa saya memiliki kekuatan untuk mengubah diri menjadi lebih baik, betapapun hal itu terlihat sangat sulit,” katanya.

[4]
Bhalla sedang membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa. (Kredit: Veeresh M. Honnihal)

Bhalla juga berbagi bagaimana dia berubah dari sisi internal setelah membaca buku utama latihan Falun Dafa.

“Sejak usia dini, saya telah mencari jawaban atas pertanyaan saya—perihal kehidupan dan alam semesta, dan saya berpindah dari latihan spiritual yang satu ke latihan spiritual lainnya. Ketika membaca Zhuan Falun, akhirnya saya menemukan jawaban dari semua pertanyaan tersebut dengan jelas. Setelah membaca buku sampai habis berulang kali, jawaban tersebut sepertinya mengkristal di dalam pikiran saya. Kini saya sudah tidak mempunyai pertanyaan-pertanyaan semacam itu lagi, dan merasa cukup tahu bagaimana menjalani hidup yang seharusnya.”

“Ajaran Falun Dafa yang sederhana namun mendalam, telah membimbing saya dalam menjalani segala aspek kehidupan, dengan sebagaimana mestinya,” katanya. (htk/jul)

Sumber: NTDIN.tv

Catatan Editor

Falun Dafa adalah latihan kultivasi yang berasal dari daratan Tiongkok untuk kesehatan jiwa dan raga. Semua informasi dan materi latihannya tersedia secara gratis di situs web.

Tanpa pendaftaran, tanpa iuran, siapapun bisa langsung memulai latihan ini sendiri, ataupun mendatangi tempat latihan terdekat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Falun Dafa, silahkan kunjungi id.falundafa.org atau www.faluninfo.net