Erabaru.net. Ada suatu dongeng mengenai satu kaum raksasa yang disebut Kaum Hodo, raja mereka adalah Dewa Yagi, seorang raksasa yang sangat besar dengan organ-organ tubuh yang ajaib. Di masa yang sama, di alam lain, hiduplah suatu kaum lain yang disebut Groma.

Kaum Groma ini berupaya menjadi penguasa, dan ingin memusnahkan kaum-kaum lain yang tidak mau menjadi budak mereka. Kaum-kaum lain takut akan kekuatan Kaum Groma dan kemudian menjadi budak mereka, namun Kaum Hodo menolak untuk melakukan hal yang sama.

Maka pada suatu hari, dewa-dewa dari Groma menyerbu ke alam Kaum Hodo, dewa-dewa Groma menusuk jantung ajaib dari Yagi, hingga darah menyembur begitu deras serta tiada henti dari jantungnya.

Ilustrasi. Kredit: Pinterest

Semburan darah itu begitu kencang dan banyak sampai seluruh negeri Kaum Hodo terancam tenggelam banjir, luapan darah itu datang begitu tiba-tiba, hingga banyak Kaum Hodo yang tidak siap, akibatnya mereka tersapu oleh banjir darah besar.

Bukan hanya Yagi, namun seluruh Kaum Hodo juga menghadapi ancaman kepunahan.

Kaum Groma merasa senang dan puas, mereka berpikir bahwa mereka sudah berhasil memusnahkan Kaum Hodo.

Tak disangka ternyata ada sepasang suami istri Kaum Hodo, yaitu Amidor dan istrinya, yang selamat, selama berminggu-minggu mereka terombang-ambing di atas sebuah batang pohon yang terhanyut, mereka bertahan hidup dengan memakan kulit kayu dari batang pohon yang mereka naiki.

Ilustrasi. Kredit: Wikipedia

Akhirnya, mereka terdampar di sebuah tanah, mereka menamakan tanah itu sebagai Sagosa. Di situ, bersama-sama mereka memulai sebuah kehidupan yang baru.

Sebagai Ayah dan Ibu, mereka kemudian mempunyai anak yang sangat banyak, dan sebagai Raja dan Ratu, mereka berusaha keras membangun negri Sagosa menjadi negri yang kaya dan makmur, dan memastikan bahwa Kaum Hodo tidak akan menjadi budak bagi kaum apapun.

Amidor tidak pernah berniat membalas penyerbuan yang dilakukan kaum Groma, dia tidak pernah berniat membalas dendam.

Namun pembalasan yang dia lakukan atas perbuatan kaum Groma adalah; untuk hidup makmur dan bahagia, dan untuk mati dalam damai. Sejak saat itu, Amidor kemudian dikenal sebagai, Amidor yang Terkasih.

Jangan habiskan waktu dan tenaga untuk membalas dendam terhadap orang yang menyakiti kita dengan balik menyakiti mereka, namun, teruslah jalani hidup sendiri dengan baik, dan gapailah kebahagiaan. (lpc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular