Erabaru.net. Alkisah hiduplah seorang pertapa bijak yang tinggal di atas gunung, dikisahkan bahwa pertapa ini sangat bijak sampai bisa menemukan jalan keluar bagi siapapun. Kabar tentang kebijakannya telah menyebar ke seluruh negri.

Ilustrasi. Kredit: sadhguru.org

Suatu hari ada empat orang pria yang merasa hidupnya sangat berat karena adanya masalah yang begitu besar. Keempat pria ini kemudian naik ke atas gunung, untuk menemui sang pertapa bijak.

Ketika sampai disana, masing-masing dari mereka merasa bahwa masalah yang mereka alami adalah yang paling berat dan ingin segera mendapatkan jawaban dari si pertapa bijak, jadi mereka bertengkar perihal siapa yang mendapat giliran pertama untuk bertanya.

Ilustrasi. Kredit: hlskc.com

Mereka berempat terus saja bertengkar hingga akhirnya sang pertapa bijak berteriak, “Semuanya diam!” Dan mereka semua terdiam.

Pertapa bijak berkata, “Kalian semua duduklah membentuk lingkaran.” Kemudian berkata lagi, “Masing-masing dari kalian tulislah masalah terbesar kalian di secarik kertas, dan lipat kertas tersebut.”

Pertapa itu kemudian mengambil mangkuknya dan menaruhnya di tengah-tengah mereka semua.

“Sekarang taruh kertas-kertas yang berisi masalah terbesar kalian itu ke dalam mangkuk.”

Ilustrasi. Kredit: moralstories26.com

Mereka semua mengikuti apa yang dikatakan sang pertapa.

Pertapa itu kemudian meminta mereka untuk menutup mata, dan masing-masing dari mereka mengambil satu lipatan kertas dari dalam mangkuk. Setelah itu mereka diharuskan berpikir bahwa masalah yang tertulis di kertas tersebut adalah masalah mereka sendiri.

Keempat pria itu melakukan apa yang dikatakan oleh pertapa, dan masing-masing merasa sangat terkejut membaca masalah yang tertulis di kertas yang mereka ambil, mereka berpikir bahwa masalah yang tertulis itu sungguh besar sekali dan benar-benar membuat pusing.

Kemudian mereka diminta untuk saling menukar kertas mereka dan melakukan hal yang sama, yaitu memikirkan bahwa masalah yang tertulis di kertas sebagai masalah mereka sendiri.

Hal itu terus dilakukan sampai akhirnya masing-masing orang mendapatkan kertasnya sendiri.

Dalam hidup, seringkali kita mengeluh ketika mengalami masalah, kita mungkin merasa bahwa hidup tidak adil, kita mendapat masalah berat, sementara orang lain menjalani kehidupan yang ringan.

Namun ingatlah, bahwa setiap orang mempunyai masalahnya masing-masing. Masalah terbesar yang kita alami, bisa jadi adalah paling ringan yang dihadapi orang lain. (htk/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds