Li Xinru

Di kota Quanzhou Provinsi Fujian, Tiongkok terjadi peristiwa pengabaian Korban Kecelakaan, pada 15 November lalu. Seorang nenek yang sedang berolahraga jalan pagi ketika menyeberang, telah terjadi tabrak lari oleh sebuah motor roda tiga sehingga terpental di tengah jalan raya. Setelah kejadian itu ada 12 kendaraan yang melewati sang nenek, tapi tidak ada seorangpun yang turun dan mengulurkan tangan untuk memberi pertolongan. Tak lama kemudian orang tua tersebut tewas oleh kendaraan ke 13 yakni sebuah truk yang melindas kepala sang nenek hingga tewas di tempat.

Sopir yang menabrak melarikan diri

Menurut laporan “Beijing Times”, kamera CCTV terdekat telah merekam seluruh kejadian. Dari tampilan video nampak jelas, kecelakaan itu terjadi di pagi hari pukul 5:16 pada 15 November, sebuah kenderaan beroda tiga terlebih dahulu menabrak nenek yang malang itu, tapi si pengemudi melarikan diri.

Setelah itu terdapat 12 sopir kenderaan yang kesemuanya melihat seseorang tergeletak di tengah jalan, tapi tiada seorangpun yang menghiraukan, para pengendara hanya melewati orang tua tersebut. 5 menit kemudian, kendaraan yang ke 13 (truk) lewat, diduga karena langit masih agak gelap sang pengemudi tidak melihat orang tua itu, malah telah melindasnya, akhirnya setelah sopir truk merasa seperti menggilas orang, lalu berhenti dan turun untuk memeriksa, serta menelepon polisi.

Baru-baru ini, si tersangka pria bermarga Fu (44), dari desa Xi Feng distrik Feng Zhou karena dicurigai melakukan pelanggaran lalu lintas, telah ditahan. Si sopir truk juga telah ditahan, kasus ini sedang diproses.

Pada kenyataannya, tragedi serupa sering terjadi dari waktu ke waktu di daratan Tiongkok, bulan lalu pada tanggal 20 Oktober di kota Qingdao provinsi Shantong, seorang pengendara sepeda roda tiga ketika melaju di trotoar, telah menabrak seorang nenek yang berumur 90 tahun lalu melarikan diri.

BACA JUGA :  Sikap Dingin yang Mengerikan di Tiongkok

Sesaat kemudian sebuah mobil pribadi karena tidak cukup waktu untuk menghindar, juga menabrak nenek tersebut yang menyebabkan dia terlindas untuk kali kedua. Setelah dikirim ke rumah sakit ternyata nyawa sang nenek tidak tertolong.

Siapa penyebab “pengabaian korban kecelakaan”?

Setelah berita itu mencuat, timbul polemik mengenai Pengabaian Korban Kecelakaan diantara para warganet: “(Saya) benar-benar tidak berani menolong yang seperti ini, karena saya tidak tahu apakah kejadian itu terekam oleh kamera atau tidak, jika tidak, air samudera pun tidak mampu merehabilitisi saya.”; “Setelah menolong, apakah masih bisa menjelaskan? Kecuali di TKP ada kamera pemantau, jika tidak, bisa-bisa bangkrut”; “Seorang hakim ‘kasus Peng Yu’ dari Nanjing mengatakan: Bukan Anda yang menabrak untuk apa Anda harus menolongnya?!”

“Kasus Peng Yu” yang disinggung oleh warganet adalah kasus “Berbuat baik tetapi malah menerima karma buruk” yang terjadi di Tiongkok: Pada 20 November 2006, Peng Yu yang berbaik hati menolong manula yang terjatuh di halte bus dan membawanya ke rumah sakit. Tanpa diduga, orang tua itu malahan menuntut Peng Yu di Pengadilan Distrik Gulou Nanjing dan meminta ganti rugi kepada Peng Yu sebesar hampir 130.000 Yuan.

Pengadilan I menghukum Peng Yu membayar 40% dari tuntutan ganti rugi kepada pelapor dengan total 45.876,6 Yuan. Peng Yu mengajukan banding, pada Pengadilan II, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Media tidak mengumumkan cara penyelesaian tersebut, hanya melaporkan bahwa Peng Yu akhirnya memberi kompensasi sebesar 10.000 Yuan.

Kasus serupa juga dialami oleh Xu Yunhe, pada 21 Oktober 2009, Xu Yunhe dari Tianjin karena membantu memapah seorang manula, juga berbalik menjadi terdakwa, Pasca Pengadilan I menvonis Xu Yunhe dengan ganti rugi 10.000 Yuan kepada nenek tersebut, hampir semua warganet mendukung Xu Yunhe.

BACA JUGA :  Apa yang Lenyap Akibat Pengaruh dan Doktrin Paham Komunis

Wartawan Epoch Times dalam memeriksa entry “kasus Nanjing Peng Yu” di Wikipedia telah menemukan 60 kasus mirip “kasus Peng Yu” yaitu “kasus penolongan malah dituduh sebagai penyebab kecelakaan” atau “kasus tiada yang menolong”, diantaranya ada kasus dimana 15 korban tabrak lari karena tidak ada yang menolong, lantas meninggal di jalanan. Pasca kasus Peng Yu, tidak ada yang berani menjadi pahlawan.

Setelah “kasus Peng Yu” Insiden “Pengci” semakin meningkat

Perlu disebutkan bahwa setelah “kasus Peng Yu”, dikarenakan hasil vonis dari sidang pengadilan, mengakibatkan semakin banyak orang tua mulai berperilaku “Pengci (碰瓷 dibaca beng je, menipu dengan berpura-pura terjatuh/tertabrak padahal berniat memeras)”, banyak dari mereka memiliki geng “Pengci”.

Kantor Berita Xinhua melaporkan pada 10 September lalu bahwa 1 geng beranggotakan 6 orang melalui “Pengci” telah melakukan pemerasan. Sejak Juli 2017, enam orang yang dipimpin oleh Yang xx memiliki geng kecil “Pengci”.

Dalam jangka panjang di Jalan Nasional 108 dan 309 dan jalan tol, menggunakan kendaraan menyerempet ataupun sengaja menciptakan kecelakaan dlsb, melakukan “Pengci” terhadap para pengemudi truk. Hanya dalam tempo 1 tahun sejak Juli tahun lalu hingga Juli tahun ini, terjadi 26 kasus kejahatan geng ini, dengan nilai pemerasan 72.750 Yuan.

Sejumlah warganet menyindir: “Terima kasih Hakim Nanjing, di seluruh jalanan Tiongkok dipenuhi Pengci.”

Jian Heng, komentator masalah aktuel menyatakan bahwa negeri kuno dengan peradaban 5.000 tahun, kenapa terjadi keruntuhan moral pada saat ini? Persis seperti sebuah pepatah: Ada orang tua terjatuh, mau membantunya atau tidak, adalah masalah pribadi, tetapi jika tidak berani memapahnya maka masyarakat nyalah yang bermasalah. “Sebuah sistem yang baik mampu mengubah iblis menjadi manusia. Sebuah sistem yang buruk, mampu membuat manusia menjadi iblis.” (HUI/WHS/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular