Erabaru.net. Tanggung jawab untuk merawat orangtua yang sakit adalah amanat yang harus ditanggung setiap anak. Ini karena kedua orangtua telah mengorbankan seluruh kehidupan mereka untuk memberikan pendidikan terbaik dan untuk menjaga kesejahteraan anak-anak agar menjadi sukses.

Namun, di masyarakat saat ini, kita dapat melihat berita tentang orangtua yang diabaikan oleh anak-anak mereka. Beberapa diusir dari rumah, ditempatkan di rumah jompo dan sebagainya.

Namun, kisah seorang wanita penyandang cacat (difabel) yang mampu merawat ibunya yang berusia 100 tahun ini akan membuat hati Anda tersentuh!

Wanita yang dikenal sebagai Cai Dengfeng berusia 75 tahun itu tinggal di Provinsi Sichuan, Tionggkok dan menderita cacat sejak kecil. Ketika pada usia empat tahun, Cai telah meminum sejenis obat yang menyebabkan kaki dan lengannya membengkak kemerahan dan dipenuhi cairan.

kejadian itu membuat kedua tangan dan kaki Cai diamputasi dan sejak saat itu Cai menjadi anak yang cacat.

Pada usia 12 tahun, Cai memutuskan untuk berhenti sekolah karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Tidak lama kemudian, mereka diuji ketika ayahnya meninggal dunia.

Sejak kejadian itu, ibunya menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah untuk 3 anak mereka (Cai memiliki dua adik perempuan).

Meskipun kondisi fisiknya tidak normal, Cai tidak pernah menganggap itu sebagai alasan baginya untuk tidak membantunya mencari nafkah. Setiap hari, Cai akan memakai sepatu khusus untuk melindungi lututnya dari rasa sakit.

Sepatu itu buat oleh Cai sendiri. Namun, sepatu itu tidak bisa bertahan lama, hanya sekitar tiga hingga empat bulan sebelum Cai harus membuat sepatu baru lagi.

Sampai saat ini, Cai mangatakan bahwa dirinya telah menggunakan lebih dari 200 pasang sepatu khusus!

Cai juga tinggal sendiri dengan ibunya setelah dua adik perempuannya menikah dan tinggal dengan suami mereka masing-masing.

“Saya punya dua saudara perempuan. Satu bekerja di toko kain dan yang lain tinggal di Shanghai. Hidup mereka juga sulit, “kata Cai, yang belum pernah menikah karena kondisi fisiknya.

“Saya tidak pernah merasa dipaksa untuk menjaga ibu saya. Dia adalah ibu yang memberi saya hidup dan merawat saya. Kalau bukan saya, siapa lagi yang akan mengurusnya. “

Selain bercocok tanam, Cai juga bekerja selama 20 tahun di kantor administrasi desanya dan beberapa pekerjaan lain untuk menutupi kebutuhan mereka.

Namun, Cai bukanlah wanita yang kuat seperti sebelumnya. Dia juga semakin tua dan lemah dan kondisi fisiknya membuat segala pekerjaan semakin berat untuk dilakukan.

Selain itu, kondisi kesehatan ibunya juga sudah tidak sehat lagi. Penglihatan ibunya menjadi semakin kabur dan sering kehilangan pandangan.

Apa pun, kita harus akui bahwa Cai adalah anak yang baik dan penuh kasih. Kita bisa jadikan Cai contoh terbaik untuk mengenang dan membalas budi orangtua yang telah membesarkan kita.

Semoga, Cai akan terus menghadapi cobaan ini dan berdoa agar pihak berwenang memberikan bantuan kepada Cai dan ibunya.(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular