Erabaru.net. Tersebutlah sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja tiran. Dia begitu arogan dan sombong, juga merasa paling pintar dan paling tahu, sehingga dia tidak bisa memuji orang lain kecuali dirinya sendiri.

Suatu kali di kerajaannya datanglah seorang suci. Kekaguman orang-orang kepada orang suci tersebut segera tersebar di kerajaan. Dia dikenal sebagai orang yang baik dan bijak. Dia membantu orang dengan memberikan jawaban yang bijaksana untuk pertanyaan dalam kehidupan mereka.

Segera saja berita tentang orang suci ini sampai ke telinga raja. Rajapun iri dengan popularitasnya dan memutuskan untuk mencemarkan nama baiknya.

Jadi, raja memikirkan sebuah rencana. Raja mengirim pengawalnya untuk mengundang orang suci itu ke istana. Sang orang suci menerima undangannya. Pengumuman umumpun dibuat untuk hari datangnya orang suci itu ke istana.

Ilustrasi. Kredit: theepochtimes.com

Pada hari yang ditentukan, orang suci datang dengan wajah tersenyum. Raja menyambutnya. Raja mengatakan bahwa dia mendengar tentang kebijaksanaannya dan ingin melihatnya sendiri.

Raja berkata, “Saya akan mengajukan pertanyaan kepada anda ..”

Orang suci tersenyum menanggapi.

Raja sedang memegang tas kain hitam kecil di tangannya. Dia bertanya, “Katakan apa yang ada di tas ini?”

Orang suci menjawab, “Anda memegang seekor ulat di dalam tas itu…”

Raja sedikit terkejut namun dengan tenang menjawab, “Ya .. Anda benar .. Sekarang katakan apakah ulat ini hidup atau mati?”

“Jika Anda benar-benar adalah orang suci Anda pasti akan dapat menjawab.” kata raja.

Ilustrasi. Kredit: allaboutworms.com

Raja berencana, jika orang suci mengatakan bahwa ulat itu hidup maka dia akan meremas dan membunuh ulat tersebut dan menunjukkan kepada semua orang seekor ulat yang mati .. namun jika dia mengatakan bahwa itu adalah seekor ulat yang sudah mati, maka dia akan membiarkan ulat itu hidup dan menunjukkan kepada semua orang bahwa itu adalah ulat yang masih hidup.

Raja berpikir bahwa apa pun jawabannya, itu adalah situasi win-win baginya.

“Yah .. ulat itu ada di tangan Anda, .. hanya Anda yang bisa memutuskannya .. apakah ulat itu akan hidup atau mati,” jawab orang suci.

Raja sedikt tercengang, namun kembali bertanya, “Jadi, ulat ini hidup atau mati?”

Orang suci menjawab “Saya tidak akan menukarkan reputasi dengan sebuah nyawa. Ulat itu mati.”

Rajapun tertawa, dia membiarkan ulat di dalam tas itu, dan kemudian menunjukkan kepada orang-orang bahwa itu adalah ulat yang hidup, dan bahwa orang suci salah.

Raja tertawa dan berkata, “Ternyata berita yang tersebar, yang mengatakan bahwa Anda adalah orang suci, itu hanya bohong belaka.”

Orang suci menjawab, “Raja, Anda tahu yang sebenarnya”

Kata-kata orang suci pelan dan datar, namun entah mengapa rasanya seperti geledek di telinga raja. Beberapa hari itu hati raja terasa tidak enak, dia tidak bisa tidur nyenyak, dia tidak bisa menjalani hari tanpa rasa gundah.

Raja memanggil tabib istana dan menceritakan masalahnya, setelah diperiksa, tabib tidak menemukan penyakit apapun di tubuhnya.

Ilustrasi. Kredit: canva.com

Dengan sangat terpaksa, raja memerintahkan pengawalnya untuk mencari orang suci dan menanyakan solusi untuk masalahnya ini.

Setelah pengawalnya bertemu dengan orang suci, orang suci hanya memberikan satu kalimat sebagai solusi untuk raja, “Obatnya adalah kejujuran.”

Setelah raja mendengar, dan berpikir selama beberapa hari, raja menceritakan fakta yang sesungguhnya kepada seluruh kerajaan, bahwa dia telah berbohong dan berusaha mencemari nama baik orang suci, setelah dia berkata jujur, anehnya tidak ada seorangpun yang mencibirnya, semua merasa baik-baik saja dan malah memuji kebesaran hati sang raja.

Dan benar saja, setelah itu raja bisa kembali tidur nyenyak dan menjalani hari dengan tenang.

Jika Anda merasa ada beban di hati, mulailah dengan selalu berbuat jujur!

Dengan berbohong Anda mungkin akan selamat dan tidak kehilangan muka, namun kebohongan itu akan membekas di hati dan jika terus bertambah, lambat laun akan menjadi beban.

Jika Anda berbuat jujur, mungkin akan ada masalah di depan mata, mungkin Anda akan menjadi malu dan serba salah saat itu juga, namun seterusnya Anda tidak akan memiliki beban, dan hidup Anda akan terasa ringan. (sc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular