Erabaru.net. Suku Indian Cherokee memiliki ritual untuk menginisiasi seorang anak laki-laki menjadi pria dewasa.

Menurut ritual ini. Seorang Ayah akan menutup mata putranya, dan membawanya ke hutan, kemudian meninggalkannya di sana sendirian. Di sana anak laki-laki itu diharuskan untuk duduk di atas tunggul sepanjang malam sampai sinar matahari pagi bersinar.

Ilustrasi. Kredit: staticflickr.com

Anak laki-laki itu harus duduk di sana sendirian tanpa melepas penutup matanya. Sebagai pelengkap, anak laki-laki yang menjalani ritual ini harus duduk di sana tanpa mengucapkan apapun, ataupun menangis minta tolong kepada siapapun. Setelah seorang anak laki-laki berhasil menyelesaikan ritual ini, di pagi harinya dia akan menjadi seorang pria dewasa.

Ilustrasi. Kredit: pnsn.org

Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan berbagi pengalaman ini kepada anak laki-laki manapun. Setiap anak laki-laki harus mengalami hal ini dan masuk ke dalam dunia dewasanya sendiri.

Seorang anak laki-laki harus melalui ritual ini. Ayahnya menutup matanya dan membawanya ke tengah hutan, kemudian Ayahnya mendudukkannya di atas sebuah tanggul pohon. Lalu sang Ayah menyuruh untuk tetap diam disana apapun yang terjadi, dan dia sama sekali tidak boleh membuka penutup matanya, sampai matahari terbit.

Kemudian sang Ayah meninggalkannya.

Baru saja duduk, Anak laki-laki ini segera mendengar beragam suara di tengah hutan, tiupan angin malam, burung hantu, serigala dan berbagai penghuni hutan yang aktif di malam hari.

Ilustrasi. Kredit: youtube.com

Dia ketakutan dan berpikir bahwa jika ada seseorang yang menyerangnya ataupun beberapa binatang malam ingin memangsanya, dia tidak akan bisa mengetahui dan tidak akan bisa menyelamatkan diri karena matanya tertutup.

Namun di sisi lain, dia juga tidak mau mengecewakan sukunya dan gagal dalam proses inisiasi ini, jadi sekalipun ketakutan, dia tetap duduk diam tanpa melepas tutup matanya.

Akhirnya setelah berdiam semalaman, matahari mulai terbit, dia bisa merasakan hangatnya mentari pagi, serta sinarnya yang sedikit menembus penutup matanya.

Diapun melepaskan penutup matanya.

Dia langsung terkejut!

Dia melihat Ayahnya sedang duduk, tidak jauh dari tempatnya berada.

Ilustrasi. Kredit: monomakhos.com

Setelah berbicara, dia baru tahu bahwa Ayahnya telah duduk disana sepanjang malam, mengawasi dan menjaganya sepanjang malam.

Kita tidak pernah sendirian. Keluarga, teman, jauh ataupun dekat, selalu ada di sisi kita. Bahkan jika kita merasa bahwa kita benar-benar sendirian, sebetulnya ada satu yang senantiasa mengawasi serta menjaga kita sepanjang waktu. Ingatlah bahwa Tuhan selalu bersama kita. (sc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds