Inisiatif “One Belt, One Road” adalah proyek tanda tangan Tiongkok untuk membangun pengaruh internasional ketika berusaha untuk membangun rute perdagangan global dan menyiapkan investasi-investasi yang menguntungkan kepentingannya.

Di seluruh Asia Tenggara dan beberapa pulau Pasifik Selatan, proyek-proyek infrastruktur OBOR yang dibiayai Tiongkok baru-baru ini berada di bawah pengawasan negara-negara yang terbebani dengan utang besar.

Dengan demikian, Tiongkok telah menetapkan pandangan-pandangannya ke Eropa. Namun karena beberapa negara Eropa dan Uni Eropa semakin waspada terhadap akuisisi Tiongkok di industry-industri penting seperti manufaktur teknologi dan otomotif, Tiongkok sedang mendorong hubungan-hubungan ekonomi dengan negara-negara dengan tanda jejak yang lebih kecil, seperti Portugal dan Spanyol.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping akan mengunjungi Spanyol pada 27-29 November, dan Portugal pada tanggal 4-5 Desember, menurut media pemerintah Tiongkok, Xinhua.

Di Spanyol, Tiongkok akan menandatangani perjanjian bersama yang bertujuan untuk mengeksplorasi pasar pihak ketiga, sementara di Portugal, Tiongkok akan “meningkatkan kerja sama” di berbagai sektor seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, pemeliharaan air, energi, infrastruktur, dan keuangan, Xinhua melaporkan Nov 24.

Para pengamat mengantisipasi bahwa Tiongkok akan secara agresif mendorong kedua negara tersebut untuk masuk ke OBOR. Investasi Tiongkok bukan hanya bagian dari agenda untuk menargetkan dan mendapatkan akses ke teknologi sensitif yang dikembangkan oleh sektor-sektor swasta negara-negara ini, tetapi juga untuk menggunakan kesepakatan ekonomi untuk memenangkan dukungan politik.

PORTUGAL

Di Portugal, Tiongkok telah membuat langkah-langkah besar. Di tengah krisis keuangan pada tahun 2008, Portugal putus asa untuk mendapatkan modal asing, dan Tiongkok menukik masuk. Investasi asing langsung dari Tiongkok tumbuh dari nol sebelum 2010, menjadi 5,7 miliar euro ($6,45 miliar) pada tahun 2016, menurut laporan Desember 2017 oleh jaringan think tank Eropa tentang Tiongkok, sebuah konsorsium lembaga penelitian di berbagai negara Eropa.

Saat ini, perusahaan Tiongkok memiliki 25 persen dari jaringan listrik nasional Portugal, 27 persen dari bank yang terdaftar sebagai yang terbesar, dan semua operator asuransi terbesar dan rumah sakit swasta, menurut Reuters.

Sejumlah transaksi besar terkait dengan teknologi energi terbarukan, termasuk raksasa pembangkit listrik tenaga air milik negara Tiongkok, akuisisi China Three Gorges Corporation (CTG) terhadap Energias de Portugal (EDP) pada tahun 2011,” telah memberikan CTG akses pengetahuan canggih dan keahlian di bidang tersebut,” kata laporan.

Pembelian CTG terhadap salah satu dari operator-operator energi terbesar Portugal telah memungkinkan pendahulunya untuk ekspansi ke pasar-pasar global di Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat. Misalnya, melalui kemitraan dengan EDP, CTG telah memperoleh delapan stasiun pembangkit listrik tenaga air di Brasil, menjadikannya sebagai produsen energi swasta terbesar kedua di Brasil.

rencana cina tiongkok dalam kerjasama dengan spanyol dan portugal dengan proyek OBOR
Seorang pria berjalan kaki di markas Energias de Portugal di Lisbon, Portugal pada 23 Desember 2011. (Patricia de Melo Moreira / AFP / Getty Images)

Fokus lain dari investasi Beijing adalah di pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Xi sendiri berkata, “Tiongkok mendukung partisipasi Portugal dalam insiatif OBOR dan mendorong kedua negara untuk bekerja sama dalam penelitian maritim dan logistik-logistik pelabuhan.”

Secara khusus, Tiongkok sedang mengincar peluang untuk mengembangkan pelabuhan Sines Portugal sebagai bagian dari inisiatif OBOR untuk menciptakan rute perdagangan maritim baru. Dalam dokumen 2017, Beijing telah menyerukan untuk mengembangkan tiga jalur laut baru untuk meningkatkan perdagangan Tiongkok.

Namun karena perusahaan-perusahaan Tiongkok secara tetap telah memperoleh saham-saham di pelabuhan-pelabuhan di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang Eropa sedang meningkatkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan ini kemungkinan mengizinkan barang-barang Tiongkok untuk secara ilegal menghindari bea-bea impor, seperti dalam kasus investigasi yang sedang berlangsung pada pelabuhan milik Tiongkok Piraeus di Yunani.

Untuk saat ini, pemerintah Portugis tampaknya ingin sekali menyambut investasi semacam itu. Perdana Menteri Antonio Costa mengatakan kepada parlemen negara pada bulan Mei bahwa perubahan yang dilakukan terhadap undang-undang pengambilalihan Portugal tahun lalu dimaksudkan untuk mendorong para investor Tiongkok.

“Ini adalah inisiatif saya dan bertujuan untuk memastikan bahwa Portugal akan menawarkan syarat-syarat yang sama kepada orang-orang asing, yaitu orang Tiongkok, seperti orang-orang Eropa,” kata Costa.

SPANYOL

Menurut laporan think tank Eropa, investasi di Spanyol masih relatif kecil berdasarkan volume. Namun investasi tersebut telah tumbuh secara berlipat ganda seperti di Portugal, mulai kurang dari 10 juta euro (sekitar $11,4 juta) per tahun sebelum 2012, menjadi lebih dari 1,6 miliar euro pada tahun 2016, menurut penelitian oleh Rhodium Group.

Namun pada tahun 2016, perusahaan-perusahaan Tiongkok, salah satunya adalah milik negara, telah melakukan dua akuisisi besar pada perusahaan-perusahaan teknik Spanyol, Aritex dan Eptisa, yang menunjukkan keinginan Beijing untuk memperoleh teknologi tinggi. Aritex berfokus pada aeronautika, otomotif, dan energi terbarukan, sementara Eptisa memiliki proyek di bidang IT dan infrastruktur transportasi: semua bidang yang telah terdaftar di Beijing sebagai prioritas untuk dikembangkan dalam cetak biru “Made in china 2025” untuk Tiongkok dapat menjadi pusat produksi teknologi.

Juga, pada Juni 2017, perusahaan pelayaran milik negara Tiongkok, COSCO, telah membeli saham mayoritas di Noatum Port Holdings, operator dua terminal kontainer di pelabuhan Valencia dan Bilbao, menggambarkan harapan Beijing untuk menarik Spanyol ke dalam paradigma OBOR-nya. Noatum adalah operator terminal maritim terbesar di Spanyol.

rencana cina tiongkok dalam kerjasama dengan spanyol dan portugal dengan proyek OBOR
Menara-menara turbin angin dimuat ke kapal di Bilbao, Spanyol, pada 20 April. Tiongkok telah berusaha untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan di Spanyol dan negara-negara tetangga Portugal. (Ander Gillenea / AFP / Getty Images)

Ketika pemerintah Spanyol ingin menerima bantuan-bantuan investasi seperti itu, warga lebih berhati-hati. Jajak pendapat tahun 2015 yang dilakukan oleh lembaga think tank Elcano Royal Institute menemukan bahwa sebagian besar warga Spanyol menganggap investasi Tiongkok secara negatif. Ketika responden ditanya, “Negara mana yang ingin Anda lihat berinvestasi lebih banyak atau lebih sedikit?, Tiongkok menerima penilaian terburuk dari semua negara, dengan 24 persen menginginkan investasi lebih sedikit. Sebagai perbandingan, 6 persen mengatakan mereka menginginkan lebih sedikit investasi dari Jerman, dengan 48 persen mengatakan mereka menginginkan lebih banyak.

Pekan lalu, Uni Eropa mencapai konsensus tentang aturan penyaringan investasi yang akan berlaku untuk semua negara anggota Uni Eropa jika disetujui. Langkah tersebut bertujuan untuk menghadang kesepakatan-kesepakatan yang akan menimbulkan risiko keamanan nasional. Aturan baru itu berpotensi merusak rencana-rencana investasi Tiongkok di Eropa.

PENGARUH POLITIK

Pengaruh moneter Beijing di negara-negara Eropa memiliki efek samping lain: Ia dapat mempengaruhi pemerintah untuk mematuhi agenda politik Tiongkok. Di Hungaria, misalnya, hubungan ekonomi Tiongkok telah menyebabkan negara tersebut tetap diam atas kesalahan rezim Tiongkok.

Pada Maret 2017, Hongaria dilaporkan telah menekan blok Uni Eropa untuk tidak menambahkan namanya pada surat gabungan bersama oleh kedutaan-kedutaan internasional untuk mengecam penyiksaan terhadap para pengacara yang dilaporkan sedang ditahan di Tiongkok.

Pada bulan April, Hungaria adalah satu-satunya negara Uni Eropa yang tidak menandatangani dan mencamtumkan namanya untuk laporan yang dilakukan oleh para duta besar Uni Eropa dalam mengkritik OBOR Tiongkok karena melanggar norma-norma transparansi internasional, sambil berupaya melanjutkan kepentingan negara komunisnya. (ran)

Ikuti Annie di Twitter: @annieeenyc

Rekomendasi video:

Di Balik Gelontoran Dana Tiongkok untuk Afrika, Ekonomi ataukah Politis

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds