Erabaru.net. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meralat pemberitaan soal kelaikan terbang Lion Air PK-LQP. KNKT menyatakan tak pernah menyebut bahwa Lion Air PK-LQP tak layak terbang.

“Kami sampaikan bahwa KNKT atau kasubkom penerbangan tak pernah menyatakan bahwa Lion Air  Boeing B 737-8 (MAX) registrasi PK-LQP tak layak terbang,” ujar Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia menegaskan berdasarkan catatan dari perawatan pesawat Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) enginer telah melakukan perbaikan dan pengujian berdasarkan hasil pengujian hingga dinyatakan bahwa pesawat layak terbang.

Cahyo menegaskan pesawat Lion Air Boeing B 737-8 (MAX) registrasi PK-LQP dalam kondisi laik terbang saat berangkat dari Denpasar Bali dengan nomor penerbangan JT 043, dan pada saat dari Jakarta dengan nomer penerbangan JT 610.

Menurut Cahyo, salah satu kondisi yang menyebabkan kelaikudaraan (airworthiness) berakhir pada saat terbang mengalami gangguan. Keputusan untuk memulai atau segera mendarat ada di tangan pilot in command (Kapten).

Investigator senior Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT), Ony Suryo Wibowo saat jumpa pers menyatakan sangat menyesal dan menyampaikan bahwa harus menjaga agar suasana tidak semakin keruh. Oleh karena itu,  diskusi mengenai kelayakan udara pesawat Lion Air disudahi.

Menurut Ony, sudah dinyatakan oleh KNKT bahwa pesawat PK-LQP yakni penerbangan JT 043 Denpasar-Jakarta (28/10/2018), maupun JT 610 dari Jakarta direncanakan menuju Pangkal Pinang (29/10/2018) keduanya adalah laik terbang.

“Kita cukupkan diskusi mengenai itu dan kita tidak menerima pertanyaan mengenai hal itu,” ujarnya.

Melansir dari kompas.com, Lion Air membantah pernyataan KNKT tentang Boeing 737 MAX-8 PK LQP tidak laik terbang. Direktur Utama Lion Air Edward Sirait menyatakan meminta klarifikasi tertulis dari KNKT.

Saat jumpa pers, Edward Sirait mengaku mendengarkan pemberitaan tersebut dari media massa.

Pihak Lion Air menyatakan pihaknya mempetimbangkan langkah hukum.  

Edward menyatakan pernyataan tersebut tidak benar. Dia menegaskan Lion Air Pk-LQP  dari Denpasar dirilis dan dinyatakan laik terbang. Sesuai dengan dokumen dan dilakukan oleh teknisi pihak mereka.

“Kita akan meminta klarifikasi secara karena ini tendensius. Ini bisa membuat persepsi dan juga terhadap kejadian yang ada bisa berbeda,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular