Erabaru.net. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa pengguna iPhone di Tiongkgok berpenghasilan jauh lebih rendah daripada mereka yang menggunakan merek lokal seperti Huawei dan Xiaomi.

Pengguna iPhone seperti itu dilihat sebagai bagian dari “orang miskin yang tidak terlihat”, sebuah kelompok yang tampaknya mampu membelanjakan lebih banyak daripada kemampuan mereka yang sebenarnya.

Perusahaan riset MobData menemukan bahwa sebagian besar pengguna iPhone adalah wanita yang belum menikah berusia 18 hingga 34 tahun. Mereka lulus sekolah menengah dan mendapatkan penghasilan bulanan kurang dari 3.000 yuan (sekitar 6 juta rupiah).

Di sisi lain, pengguna ponsel Huawei, sudah menikah dengan pria berusia 25 hingga 34 tahun. Mereka berpendidikan diploma atau gelar sarjana dan mendapatkan penghasilan bulanan 5.000 yuan hingga 20.000 yuan (sekitar 10 – 41 juta rupiah).

Lulusan perguruan tinggi dan mempunyai penghasilan lebih dari 20.000 yuan (41 juta rupiah) memilih ponsel Huawei atau Xiaomi, sementara mayoritas dengan pendapatan antara 3.000 yuan (6 juta rupiah) dan 10.000 yuan (20,5 juta rupiah) menggunakan ponsel Vivo atau Oppo.

Selain perbedaan pendapatan, sebagian besar pengguna Huawei juga memiliki properti seperti mobil dan rumah, tulis South China Morning Post.

Huawei Mate 20 Series, dirilis pada bulan Oktober 2018. (Foto YouTube / Huawei Smartphone)

iPhone lama dan bekas sangat populer di Tiongkok. Produk yang diluncurkan pada tahun 2014, iPhone 6 mengambil posisi teratas di antara pengguna Apple dengan pangsa 16,1%.

iPhone 6s dan iPhone 6s Plus berada di posisi kedua dan ketiga dengan pangsa masing-masing 14,4% dan 12,5%.

iphone 6

Di antara pengguna Huawei, Mate 9 2016 tetap menjadi pilihan utama di 3,9%. Huawei P9 dan Huawei Glory 8 Youth Edition keduanya berada di tempat kedua dengan 3%.

Dirilis pada tahun 2015, Huawei Mate 8 menempati posisi ketiga dengan 2,8%.

Huawi Mate 9. (Foto : Flickr / Andri Koolme (CC BY 2.0))

IPhone XS, iterasi terbaru dari ponsel andalan Apple, telah mencatat penjualan yang lesu sejak dirilis di Tiongkok.

Analis Goldman Sachs, Rod Hall mengklaim bahwa “permintaan konsumen yang melambat dengan cepat” di negara itu menunjukkan penurunan 15% dari tahun-ke tahun, yang menimbulkan dampak langsung pada Apple.

iPhone XS. (Foto: YouTube / Apple)

Analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo percaya bahwa Apple akan kebal terhadap penurunan 10% hingga 15% tidak hanya karena model-model baru, tetapi perbaikan dalam teknologi.

Dalam laporan dari Oktober yang dilihat oleh Apple Insider, Kuo menulis bahwa permintaan iPhone di Tiongkok mungkin dipengaruhi oleh kekhawatiran akan perang dagang potensial dengan AS, preferensi pada “model iPhone lama yang lebih terjangkau” dan rilis iPhone XR.

iPhone XR. (Foto : YouTube / Apple)

Namun, iPhone XR gagal mencapai penjualan yang diharapkan dalam rilis di Tiongkok, SCMP mencatat dalam laporan lain. Menurut sumber yang akrab dengan masalah ini, Apple mengurangi pesanan dari dua pemasok komponen sekitar 30% lebih sedikit dari yang direncanakan semula.

Keputusan itu dilaporkan dibuat dua minggu sebelum handset – sebuah tindak lanjut ke iPhone 8 dan alternatif yang lebih murah untuk iPhone XS dan iPhone XS Max .(yant)

Sumber: nextshark.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds