oleh Xu Jian

Pertemuan antara Trump dengan Xi Jinping di sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina yang cukup menarik perhatian dunia telah berakhir. Namun ‘hasil pertemuan’ yang diumumkan oleh kedua negara terdapat perbedaan yang menyolok.

Malam 1 Desember, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping beserta delegasi mereka masing-masing mengadakan pertemuan untuk negosiasi perdagangan saat jamuan makan di sela KTT G20 di Buenos Aires seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Media Tiongkok komunis yang pertama kali melaporkan bahwa ‘konsensus penting’ telah dicapai oleh kedua kepala negara

Usai pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk menilai bahwa negosiasi cukup berhasil.

Hasil perundingan termasuk bahwa mulai 1 Januari tahun depan, Amerika Serikat tidak akan memberlakukan tarif tambahan pada produk yang diimpor dari Tiongkok.

Sementara itu Tiongkok setuju untuk membeli sejumlah besar produk AS, termasuk pembelian langsung produk pertanian.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk memulai negosiasi isu perubahan struktural Tiongkok yang berlangsung dalam batasan 90 hari.

Media Tiongkok komunis secara resmi merilis berita tersebut untuk pertama kalinya, dan mengatakan bahwa kedua pemimpin telah mencapai konsensus penting. Tetapi isi dari berita hanya menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberlakukan tarif tambahan atas produk impor dari Tiongkok mulai 1 Januari tahun depan.

Media Tiongkok Komunis tidak menyebutkan soal prasyarat yang disepakati kedua pihak untuk sementara tidak memberlakukan tambahkan tarif. Laporan media Tiongkok komunis itu juga tidak menyebutkan rincian penting lainnya.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen dalam  konferensi pers mengatakan bahwa pembicaraan difokuskan pada isu penghapusan semua tarif yang dibebankan AS dan tarif pembalasan dari Tiongkok. Namun mereka menolak untuk berbicara tentang batasan waktu dan konten spesifik dari pihak Tiongkok untuk membuat konsesi.

Sejak usai KTT AS – Tiongkok pada  Sabtu hingga Minggu pagi, agen pemerintah Tiongkok,  Kantor Berita Xinhua serta China Central TV masih tidak mengumumkan batasan waktu 90 hari  dan rincian penting lainnya yang telah disepakati bersama oleh Trump dan Xi Jinping.

Rincian penting yang disaring oleh media Tiongkok komunis

Sekitar dua jam setelah pihak Tiongkok merilis berita itu, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan rinci yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat sepakat akan menunda kenaikan tarif hingga 25 % terhadap komoditas impor Tiongkok senilai USD. 200 miliar yang rencana sebelumnya akan diberlakukan mulai 1 Januari tahun depan. Ditegaskan bahwa tarif akan tetap pada 10% untuk sementara waktu.

Namun, pernyataan AS juga menyatakan bahwa prasyarat untuk tarif tetap sebesar 10% untuk saat ini adalah : Tiongkok dan Amerika Serikat segera memulai negosiasi perubahan struktural dalam perdagangan Tiongkok yang isinya meliputi penghapusan kewajiban untuk transfer teknologi paksa, perlindungan terhadap hak milik intelektual AS, hambatan non-tarif, serangan siber dan pencurian informasi lewat jaringan internet, layanan jasa, pertanian dan lain sebagainya. Jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dalam 90 hari ke depan, tarif yang 10% akan dinaikkan menjadi 25%.

Pernyataan Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Tiongkok akan setuju untuk membeli sejumlah besar produk pertanian, energi, industri dan produk lainnya untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan.

Di samping itu, Tiongkok telah setuju untuk memasukkan fentanil sebagai substansi yang diawasi ketat. Ini berarti bahwa orang-orang yang menjual fentanil ke Amerika Serikat selanjutnya akan dihukum berat oleh pemerintah Tiongkok.

Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Xi Jinping bermaksud untuk mempertimbangkan kembali merger antara perusahaan Qualcomm dengan NXP Semikonduktor jika kesepakatan tercapai nanti. Tetapi hal ini sama sekali tidak disinggung oleh pejabat Tiongkok komunis dalam konferensi pers. (Sin/asr)

Share

Video Popular