Erabaru.net- Pemerintah dan masyarakat Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya George Herbert Walker Bush, Presiden Amerika Serikat ke 41 (1989-1993) pada tanggal 1 Desember 2018, di usia 94.

Laman Kemenlu menyebutkan, George HW Bush menjadi Presiden di tengah berbagai perkembangan dan ketidakpastian dunia, termasuk berakhirnya Perang Dingin.

Menurut Kemenlu, Kepemimpinan Presiden George HW Bush telah berkontribusi dalam mempererat hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat.

“Doa dan simpati kami selalu kepada keluarga, kerabat, dan seluruh rakyat AS agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka saat ini,” demikian laman Kemenlu.

Presiden Donald Trump dalam cuitan ke Twitter mengatakan pendahulunya akan diingat untuk  kecerdasannya, dan komitmen teguh untuk Iman, keluarga, dan negara.

“Presiden Bush mengilhami generasi-generasi rekan-rekannya sesama warga Amerika untuk melayani publik — untuk menjadi, dalam kata-katanya, ‘seribu titik cahaya’ yang menerangi keagungan, harapan, dan peluang Amerika kepada dunia,” kata Trump.

Dia memimpin di masa runtuhnya Komunisme mulai keruntuhan Tembok Berlin, Pakta Warsawa bubar dan satelit Soviet jatuh dari orbit. Bush senior merebut kepemimpinan aliansi NATO. Kerumunan besar menyemangati dia dalam tur kemenangan melalui Polandia dan Hongaria.

Permulaan sebagai Elit New England, George Herbert Walker Bush lahir pada 12 Juni 1924, di Milton, Massachusetts.

Ayahnya, Prescott Bush, putra seorang raja baja Ohio, membuat kekayaannya sebagai bankir investasi dan kemudian menjabat 10 tahun sebagai senator dari Connecticut.

George H.W. Bush terdaftar di Angkatan Laut pada ulang tahunnya yang ke-18 tahun 1942.

Dia menikahi kekasihnya yang berumur 19 tahun, Barbara Pierce, putri penerbit majalah McCall, pada Januari 1945. Mereka adalah pasangan presiden yang paling lama menikah dalam sejarah AS.

Bush menjadi pahlawan perang saat masih remaja. Salah satu pilot termuda di Angkatan Laut, ia menerbangkan 58 misi dari kapal induk USS San Jacinto. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds