Erabaru.net. Pihak berwenang di wilayah Xinjiang, Tiongkok diduga telah menjatuhkan hukuman mati pada seorang pengusaha yang juga seorang dermawan dari etnis Uighur yang beragama Islam setelah dinyatakan bersalah melakukan haji tanpa izin pemerintah. Hal ini dinyatakan oleh saudaranya sendiri ke media internasional.

Menurut Abdusattar Abdurusul, kakaknya telah ditahan antara bulan Juli sampai Agustus yang lalu, mengatakan, : “Terakhir, apa yang diberitakan, abang saya Abdughapar Abdurusul telah dijatuhi hukuman mati dan menunggu eksekusi hukuman. Dia dinyatakan bersalah melakukan haji sendiri dengan tidak bergabung dengan rombongan haji mengikuti sistem batasan dan kontrol yang diberikan oleh pemerintah. “

(Foto : Radio Free Asia)

Menurut Abdusattar, kakaknya tidak diberikan hak untuk menunjuk pengacara selama persidangan kasus dan menyuarakan kekhawatiran bahwa saudaranya telah dihukum dengan cara yang tidak adil. Undang-undang di Tiongkok yang mengatur hukuman mati harus ditinjau ulang dengan naik banding ke Mahkamah Agung di Beijing, tetapi tidak pasti bahwa ketentuan berlaku dalam kasus Abdulghapar.

Abdughapar Abdurusul yang berasal dari wilayah Bakyol di Ili Kazakh dan berusia 42 tahun dikatakan oleh Abdusattar adalah seorang pengusaha sukses yang mengelola beberapa toko ritel dan bisnis lainnya, serta sering memberikan sumbangan dan kontribusi kepada komunitas Islam di Xinjiang, terutama dalam membantu pembangunan masjid.

Abdusattar mengatakan, kakaknya baru saja menjual sebuah rumah lama pada pertengahan tahun ini dengan harga 2 miliar rupiah dan memulai kehidupan baru secara sederhana bersama keluarganya, sebelum dia ditahan dengan seluruh aset keluarganya yang bernilai 206 miliar rupiah juga telah disita oleh pemerintah.

(Foto: Kyle Orton / Twitter)

Abdusattar mengatakan,: “Kakakku adalah seorang filantropis dan suka membantu orang, tetapi apa yang terjadi padanya telah menghancurkan kehidupannya dan keluarganya.”

Anak sulung Abdughapar, Awzer yang juga ditahan pada tahun 2017, setelah dia pulang ke tiongkok setelah lulus sekolah di Turki, sementara istrinya Merhaba Hajim telah ditahan pemerintah pada bulan April. Selain itu, sebelumnya, teman dekat Abdughapar juga ditangkap hingga 18 tahun.

Pemerintah Xinjiang menolak berkomentar lebih ketika dihubungi oleh media sehubungan pengungkapan yang dilakukan oleh Abdusattar. Menurut laporan Radio Free Asia, ada kemungkinan hukuman itu dijatuhkan pada Abdughapar, dan istrinya dilaporkan telah meninggal saat berada dalam tahanan pihak berwenang.

(Foto: William Nee / Twitter)

“Benar-benar keterlaluan! @Amnesty menyerukan pemerintah untuk segera menghentikan segala rencana untuk pelaksanaan hukuman terhadap Abdughapar Abdurusul.

 

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa sekitar 50 orang yang dekat Abdughapar juga ditahan, termasuk beberapa petugas polisi, tetapi berita tentang hukuman mati hanya melibatkan Abdughapar.

Namun, sumber itu tidak dapat mengkonfirmasi apakah hukuman mati dijatuhkan pada Abdughapar karena kekayaannya atau karena melakukan haji yang melanggar hukum.

Ada banyak sumber yang dapat dipercaya mengungkapkan, bahwa Pemerintah Tiongkok sering mengenakan penindasan dan penganiayaan terhadap etnis Uighur yang beragama Islam dengan menahan mereka serta menetapkan hukuman tanpa alasan, serta untuk tujuan pendidikan ulang di dalam kamp tahanan.

Selain etnis Uighur, etnis minoritas yang disiksa termasuk Kazakh, Dongxiang, dan Uzbek, serta Han Tiongkok Muslim (Hui). Pengikut Kristen, praktisi Falun Gong, dan tahanan politik lainnya juga dilaporkan ditangkap dan ditahan di wilayah Xinjiang.

Organisasi yang memperjuangkan hak etnis Uighur, World Uyghur Congress mengungkapkan berita hukuman mati Abdughapar Abdurusul di situs sosial termasuk di Twitter dan kini ia menjadi tular.

(Foto: WorldUyghurCongress / Twitter)

“SIARAN PERS: @UggurCongress sangat risau terhadap Abdughapar Abdurusul, seorang pengusaha Uyghur dilaporkan telah dijatuhi hukuman mati karena melakukan haji tanpa izin.”(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds