Erabaru.net. Seekor bayi tupai kecil albino dibesarkan di sebuah rumah sakit hewan setelah terjatuh dari pohon.

Bayi berusia empat minggu – yang beratnya hanya 49 gram dan bisa masuk ke telapak tangan pengasuhnya – ditemukan oleh seorang pejalan kaki dan dibawa untuk dirawat.

Dia tiba di Wiltshire Wildlife Hospital di Salisbury dalam keadaan ‘terguncang,’ tetapi tidak mengalami patah tulang. Dia dianggap sebagai salah satu dari 25 tupai albino yang tinggal di Inggris.

Omo si tupai albino adalah salah satu dari 25 makhluk yang menderita kondisi pigmentasi kulit di Inggris

Bayi berusia empat minggu itu diserahkan ke Wiltshire Wildlife Hospital di Salisbury setelah tertiup jatuh dari sebuah pohon oleh angin kencang

Tupai kecil itu diberi susu formula kucing untuk membantu meningkatkan beratnya yang saat ini hanya 49 gram

Bayi tupai, bernama ‘Omo’ itu, sekarang diberi susu formula kucing dan campuran kacang beech dan hazelnut, selama masa pemulihannya di rumah sakit.

Pengawas perawatan di badan amal hewan, Marilyn Korkis, mengatakan: “Kami tidak pernah memiliki tupai albino sebelumnya – kami memiliki landak albino tetapi belum pernah kalau tupai.

‘Makhluk kecil itu sangat dingin dan terguncang, tetapi tidak mengalami cedera.

“Dia masih sangat muda tapi kami tidak memperlakukannya secara berbeda dengan tupai muda lainnya – dia makan makanan yang sama dan diberi perlakuan yang persis sama, satu-satunya perbedaan adalah dia albino.

“Dia sangat suka bermain dan energik, dia tidak betah berdiam diri lama-lama.”

Diyakini tupai muda itu tertiup jatuh dari atas pohon di Hampshire saat angin kencang.

Bayi bermata merah muda itu tidak akan dilepaskan kembali ke alam liar sampai setidaknya musim semi karena tidak bisa dipastikan apakah ia akan dapat bertahan hidup sendiri.

Kemungkinan tupai itu memiliki mutasi gen dan terlahir sebagai albino adalah satu dari 100.000 kelahiran.

Penjaga akan merawat Omo di pusat satwa liar selama musim dingin, karena ia akan berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sulit

Hewan Albino tidak memiliki melanin, pigmen gelap yang terkandung di rambut, kulit, dan iris mata.

Ms Korkis menambahkan: “Tupai dalam perawatan kami tidak akan memiliki kebiasaan makan yang sama seperti yang mereka lakukan di alam liar, sehingga mereka bisa kelaparan jika mereka dilepaskan.”

“Dia akan menghabiskan musim dingin bersama kami dan kami akan menunggu sampai musim semi dan mendapatkan beberapa saran dari para ahli di lapangan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.”

Diperkirakan ada 25 tupai albino yang hidup di Inggris – kemungkinan tupai yang terlahir albino dianggap satu dari 100.000 kelahiran.

Albinisme disebabkan oleh mutasi gen yang mempengaruhi produksi pigmentasi. (rpg)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds