Xi Jinping memikul lebih berat beban disalahkan

Sebelum Kongres Nasional PKT ke 19, meskipun perseteruan politik di internal partai sangat sengit, tetapi Xi Jinping pada dasarnya masih berada dalam kondisi aman-aman saja. Setelah menjabat kepala negara, ia mulai melakukan pembersihan terhadap korupsi, memperbaiki sistem politik, menghapus kamp kerja paksa, menyerukan penggalakan kembali budaya tradisional dan langkah-langkah lainnya.

Di saat itu ia dinilai telah bertindak sesuai  opini publik, membawa beberapa harapan kepada dunia luar.

Namun, setelah Kongres Nasional PKT ke-19, situasi Xi Jinping telah berubah tajam dalam waktu singkat dan sekarang ia berada dalam masalah terhimpit oleh situasi internal dan eksternal.

Alasan utama adalah Xi Jinping sampai sekarang tidak bersedia melepas beban disalahkan yang sedang ia pikul sebagai kepala negara. Dalam beban yang ia pikul itu berisi  penuh dengan kejahatan sejarah yang dibuat oleh Partai Komunis Tiongkok dan kelompok Jiang Zemin. Dan, saat ini beban telah semakin berat dan semakin menekan dirinya.

Xi Jinping menduduki jabatan kepala negara tahun 2012 dan mengambil alih sejumlah masalah berantakan dari tangan pemimpin sebelumnya Hu Jintao berupa : Kelompok Jiang Zemin telah melumpuhkan kekuasaan pemerintahan Hu (Jintao) dan Wen (Jiabao) selama 10 tahun. Kewenangan untuk menyetir Partai Komunis Tiongkok, pemerintahan, militer dan kekuasaan  atas daerah hampir seluruhnya dipegang oleh kelompok Jiang.

Foto menunjukkan jamuan makan malam G20 AS-Tiongkok. (SAUL LOEB / AFP / Getty Images)

Selama lebih dari 20 tahun Jiang Zemin dan kelompoknya mengendalikan Tiongkok, sistem hukum Tiongkok mengalami kerusakan parah, ekonomi Tiongkok berkembang dalam situasi pincang, sehingga  keluarga Jiang Zemin yang menjadi perwakilan dari berbagai kelompok kepentingan Partai Komunis Tiongkok.

Khususnya setelah Jiang Zemin menggerakan secara penuh mesin negara untuk menindas hak asasi manusia dengan memerintahkan penganiayaan terhadap kelompok Falun Gong dan pengambilan organ praktisi Falun Gong.

Sesungguhnya, siapa saja yang menjabat kepala negara Tiongkok termasuk Xi Jinping, sejak hari pertama menjabat maka ia akan terbebani dosa asal yang dibuat PKT. Memikul beban kesalahan yang dibuat pendahulunya Jiang Zemin dan kelompoknya.

Namun, apa yang dilakukan Xi Jinping pada awal-awal tahun menjabat dunia luar memperkirakan bahwa Xi Jinping besar kemungkinannya akan melepas beban kesalahan yang dibuat pendahulunya, enggan untuk disalahkan! Ketika Zhou Yongkang tertangkap, Xi sebenarnya dapat menyeret Jiang untuk bertanggungjawab, membuang beban berat di pundaknya.

Namun sayangnya, Xi Jinping selain tidak membuang beban bahkan menampung dosa baru buatan kelompok Jiang yang menyebabkan ia kewalahan dalam menghadapi tekanan internal dan eksternal.

Dilatarbelakangi perang dagang Tiongkok – AS, pihak yang dijadikan target pembasmian korupsi oleh rezim Xi Jinping dalam 5 tahun terakhir ini adalah kelompok Jiang Zemin yang mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk memobilisasi segala sumber daya dalam kekacauan yang timbul  di masyarakat Tiongkok.

Situasi masyarakat Tiongkok yang semakin kacau, dengan mengatasnamakan menjaga stabilitas politik, mereka menciptakan krisis dan kejahatan baru, seperti mengintensifkan penganiayaan terhadap Falun Gong dan kelompok minoritas Uighur di Xinjiang, menciptakan berbagai penganiayaan baru terhadap masyarakat, mengintensifkan kontradiksi sosial dan membiarkan Xi Jinping menanggung beban disalahkan.

Share

Video Popular