Tantangan yang dihadapi Xi Jinping

Dilema yang dihadapi pihak berwenang saat ini Xi Jinping tidak lagi bisa menyelesaikan masalah reformasi struktural dengan cara mengulur-ulur waktu atau taktik penipuan, berpura-pura negosiasi dengan Amerika Serikat.

Bahkan setelah kesepakatan tiga bulan berlalu dan PKT cukup beruntung karena  mendapatkan perpanjangan waktu, itupun tidak bisa menyelesaikan krisis mendalam yang mereka hadapi sekarang.

Masalah mendasar yang dihadapi Tiongkok adalah disebabkan oleh kontradiksi fundamental dan pertentangan antara sistem PKT itu sendiri dengan masyarakat Tiongkok, ekonomi Tiongkok, nilai-nilai universal dan kepentingan mendasar rakyat Tiongkok.

Untuk mempertahankan sistem yang dianut PKT itu sendiri membutuhkan kekerasan dan kebohongan, dan ini tidak pernah dapat diubah. Sistem PKT dan ideologi Marxisnya semua itu bertentangan dengan nilai-nilai universal dan anti-manusia dan nilai tersebut telah dibuang oleh rakyat di seluruh dunia.

Oleh karena itu, pihak atau kelompok yang mengikuti mode penguasa dan ideologi PKT tersebut pasti tidak dapat hidup berdampingan dengan dunia yang percaya pada nilai-nilai universal dan kemanusiaan.

Jadi, pada dasarnya di bawah sistem PKT, rezim Xi Jinping tidak mungkin dapat menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik perdagangan Tiongkok – AS.

dukungan untuk trump dalam mereformasi sistem ekonomi cina tiongkok
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) menghadiri jamuan makan malam negara di Balai Agung Rakyat di Beijing pada 9 November 2017. (THOMAS PETER / AFP / Getty Images via Epochtimes.com)

Itulah sebabnya Xi Jinping menghadapi tantangan besar. Dilihat dari permukaan, tampaknya pihak Tiongkok hanya perlu membuat perubahan dalam hal perdagangan dari struktur ekonomi, namun, jika membuat perubahan dari struktur ekonominya, itu berarti sudah keluar dari model pemerintahan PKT. Dengan kata lain, bahwa di dalam sistem komunis, perubahan struktural ekonomi Tiongkok tidak dapat dilakukan !

Korupsi institusional dari PKT telah memberi kesulitan buat otoritas Xi Jinping untuk membasmi korupsi secara mendasar, bahkan sulit juga untuk menyeret keluarga Jiang Zemin ke depan meja hijau. Oleh karena itu, krisis keuangan Tiongkok tidak dapat diatasi secara fundamental. Di bawah sistem PKT, keruntuhan hanyalah masalah waktu.

Otoritas Tiongkok jika terus mempertahankan ideologi komunis dan Marxisme, sebesar apapun usahanya untuk mengatasi masalah yang dihadapi sekarang tidak akan membuahkan hasil. Di samping gagal dalam mengatasi masalah, lilitan komunisme yang kian erat juga akan  terus membawa bencana bagi Tiongkok, dunia bahkan individu pun akhirnya terkena celaka.

Kehancuran rezim komunis dan paham komunisme di dunia adalah kecenderungan umum dan kehendak Pencipta Alam.

Sepanjang sejarah Tiongkok, para raja yang menyembah surga dan percaya kepada Tuhan, menjalankan kepemimpinan sesuai dengan kodrat alam sering kali mencapai kesuksesan.

Penguasa Tiongkok sekarang, jika dapat menangkap penjahat PKT Jiang Zemin untuk mengakhiri penindasan Falun Gong dan nilai-nilai universal dari Sejati-Baik-Sabar, berinisiatif untuk meninggalkan ideologi komunis. Apalagi bersedia kembali kepada nilai-nilai tradisi, niscaya krisis dapat diatasi dan secara lancar menghantarkan masyarakat Tiongkok ke era transisi di masa mendatang. Sementara pada saat yang sama mencapai status historis yang pernah dimilikinya. (Sin/asr)

Share

Video Popular