Erabaru.net. Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan dalam beberapa tahun terakhir ini, selain kremasi mayat, juga terdapat penguburan ramah lingkungan seperti Green Burial, Burial at Sea (pemakaman di laut) dan sebagainya.

Bentuk pemakaman yang menantang kebiasaan tradisional dalam konsep pemakaman khidmat, dan sekarang muncul lagi model baru yang kontroversial, yakni “promession” (membekukan mayat dan merendamnya pada nitrogen cair hingga tubuh hancur menjadi debu), pengembangnya mengklaim bahwa ini akan menjadi kremasi masa depan.

“Promession” adalah gagasan dari ahli biologi Swedia, Susanne Wiigh-Mäsak, yang mengklaim alat ini lebih efektif dalam biaya dan juga ramah lingkungan daripada penguburan dan kremasi.

Proses ini menggunakan mesin khusus yang cukup untuk memasukkan mayat ke dalam peti, lalu, alat tersebut membekukan mayat dengan nitrogen cair pada suhu minus 200 derajat Celcius yang membuat jenazah menjadi sangat rapuh, dan kemudian mayat diguncang hingga bagian tubuhnya terpisah dan menjadi serbuk halus. Jika hal ini diterapkan pada tubuh manusia yang memiliki sekitar 75 persen air, Anda bisa membayangkan apa yang terjadi.

Abu jenazah itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong biodegradable seukuran kantong kentang, kemudian dimakamkan dalam kuburan yang dangkal. Sementara beberapa bagian yang tidak dapat diurai seperti gigi palsu akan dikembalikan ke keluarga.

Karena khawatir dengan kerusakan tanah yang semakin serius, maka Suzanne mencetuskan ide untuk mempelajari penguburan ramah lingkungan tersebut.

“Kita semua akan mati, dan setelah itu, apa yang akan terjadi pada tubuhmu itu tergantung pada pilihanmu,” tulisnya pada web perusahaan Promessa.

“Dalam waktu satu tahun, sisa-sisa organik akan sepenuhnya terintegrasi dengan tanah, memungkinkan Anda untuk membawa karbon berharga Anda kembali ke Bumi, dan ini membantu mengurangi perubahan iklim,” pungkas Susanne.

Pada Januari lalu, Susanne mengumumkan bahwa Sepanyol akan menjadi negara pertama yang menyediakan metode promession untuk umum, meskipun tanggal peluncuran resmi belum diumumkan. Susanne juga akan mempromosikan metode ini ke seluruh dunia.(jhn/yant)

Sumber:TheSun

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds