Erabaru.net. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) menyasar kepada pekerja dari PT. Istaka Karya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dikutip dari siaran pers Kemen PUPR mengatakan bahwa mereka adalah pekerja konstruksi pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Jembatan Kali Aurak pada Ruas Wamena – Habema – Kenyam – Batas Batu – Mumugu.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT. Istaka Karya dimaksud,” demikian keterangan Menteri Basuki.

Mereka adalah pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5 yakni ruas Wamena – Habema –  Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu dengan panjang 278,6 km.

Menteri PUPR mengungakpkan, antara kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya.

Pelaksanaan proyek ini  dengan rincian yakni 14 jembatan dikerjakan oleh PT Istaka Karya dengan nilai kontrak Rp 184 miliar dimana progresnya 11 jembatan sedang dalam pelaksanaan, 3 jembatan akan mulai dikerjakan tahun 2019.

Proyek ini termasuk 21 jembatan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 246,8 miliar dimana progresnya 5 jembatan sudah selesai (Jembatan Gat III, Gat II, Arwana, Merek dan Wusi), sedangkan 9 jembatan sedang dalam pelaksanaan (a.l Kali Kotek I, Kali Wolgilik, Kali Jun, Kali Labi, Kali Abeak, Kali Simal, Kali Moit, Kali Dumit dan Kali Rora). Namun sejak 4 bulan yang lalu telah dihentikan karena adanya korban/gangguan keamanan yang serius.  7 jembatan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019.

Kementerian PUPUR menyatakan tanpa adanya jembatan, para pengguna jalan harus melintas sungai pada ruas ini. Saat ini progres pembangunan 35 jembatan tersebut sudah selesai 70%.

Pemerintah menyatakan pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu oleh masyarakat setempat. Proyek ini sangat didukung oleh masyarakat Papua karena menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah. Keberadaan jalan tersebut sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua.

Penyerangan dan pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya terjadi Minggu, 2 Desember 2018.

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, saat ini 150 anggota TNI dan Polri digerakkan untuk memulihkan kondisi keamanan di Papua. Pemerintah menyatakan mengutuk keras Peristiwa Nduga. Pasalnya, tindakan itu bukan hanya aksi kriminal biasa.

“Kami tidak ingin orang-orang yang sedang bekerja di sana, maupun masyarakat asli Papua merasa tidak aman,” ungkapnya dilansir dari situs KSP.  (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds